SDN Sidomulyo 02 Kota Batu Tanamkan Budaya Santun Lewat Inovasi "ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo" - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 4 Agu 2026 12:52 WIB ·

SDN Sidomulyo 02 Kota Batu Tanamkan Budaya Santun Lewat Inovasi “ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo”


 Melalui Inovasi Perbesar

Melalui Inovasi "ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo”, SDN Sidomulyo 02 Kota Batu mengajak murid-murid untuk selalu menjaga sopan santun di sekolah. (Yan)

BACAMALANG.COM – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang turut memengaruhi perilaku anak, SDN Sidomulyo 02 Kota Batu menghadirkan inovasi pendidikan karakter bertajuk “ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo”. Program ini dirancang untuk membiasakan peserta didik menerapkan sikap santun dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Pendidikan karakter menjadi salah satu fokus utama sekolah karena dinilai sebagai fondasi penting dalam membentuk kepribadian anak. Saat ini, berbagai nilai kesopanan seperti mengucapkan permisi, tolong, maaf, memberi salam, menyapa, hingga tersenyum mulai semakin jarang dilakukan secara spontan oleh anak-anak.

Melalui inovasi tersebut, SDN Sidomulyo 02 berupaya menghidupkan kembali kebiasaan-kebiasaan sederhana yang memiliki makna besar dalam pembentukan karakter. Program ini dikemas dalam akronim ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo, yang terdiri dari:

– ESSIDA = SDN Sidomulyo 02
– Permisi = Permisi
– Mang = Maaf
– Iki = Peduli
– Sasa = Sapa dan Santun
– Senyum = Senyum
– Lo = Tolong

Kepala SDN Sidomulyo 02 Kota Batu, Marsiana Ika Supriharsini, S.Pd, mengatakan inovasi tersebut bertujuan membangun kebiasaan positif yang sederhana namun berdampak besar bagi perkembangan karakter peserta didik.

“Sekolah diharapkan dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, pembiasaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepedulian siswa terhadap pentingnya bersikap ramah dan santun kepada siapa pun serta di mana pun mereka berada.

“Selain itu, program ini juga menciptakan lingkungan sekolah yang hangat, menyenangkan, saling menghargai, sekaligus membentuk karakter peserta didik yang santun, peduli, dan berbudaya,” tambahnya.

Guru SDN Sidomulyo 02, Elzauja Zahara, S.Pd, menjelaskan program tersebut memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Bagi siswa, pembiasaan ini mendorong mereka terbiasa menggunakan kata-kata positif, memiliki sikap sopan, ramah, empati, serta lebih percaya diri dalam berinteraksi.

Sementara bagi sekolah, inovasi ini mampu membangun budaya belajar yang positif, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati. Adapun bagi orang tua dan masyarakat, program tersebut menjadi sarana memperkuat sinergi dalam membentuk karakter anak hingga di lingkungan rumah.

Salah satu keunggulan program ini adalah penerapan Zona 5S di gerbang sekolah. Setiap pagi, guru bersama siswa yang bertugas menyambut kedatangan teman-temannya dengan senyum, salam, sapa, sikap sopan, serta bahasa tubuh yang ramah sebelum bel masuk berbunyi.

Setelah itu, setiap siswa memilih salah satu bentuk “bahasa cinta” yang tersedia pada banner di gerbang sekolah, seperti simbol hati, pelukan, maupun tos sebagai bentuk penghargaan dan kedekatan antarsesama.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB ketika guru piket bersama delegasi siswa dari setiap kelas menyambut peserta didik di gerbang sekolah. Memasuki pukul 07.00 WIB hingga 07.15 WIB, seluruh siswa mengikuti pembiasaan karakter yang dilanjutkan dengan role playing mengenai sikap sopan, empati, ramah, meminta maaf, mengucapkan permisi, dan tolong.

Kegiatan ditutup dengan saling bersalaman antara siswa dan guru sebelum seluruh peserta didik memasuki kelas untuk memulai proses belajar mengajar.

Melalui inovasi ini, SDN Sidomulyo 02 Kota Batu berharap budaya santun tidak hanya tumbuh di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pemilik KSU Unggul Makmur Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Rp500 Juta, Korban Minta Polisi Segera Lakukan Penahanan

4 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Buku Lintas Sejarah Etnis Tionghoa di Malang, Menelusuri Jejak Komunitas yang Membentuk Wajah Kota

4 Agustus 2026 - 10:34 WIB

UB Gelar Skrining Kesehatan Mental Serentak untuk 17 Ribu Calon Mahasiswa Baru

4 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Polisi Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu dan Ganja di Kepanjen

4 Agustus 2026 - 10:05 WIB

BPBD Kabupaten Malang Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Puluhan Siswa SD Ikuti Simulasi Evakuasi

4 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Promosi Eks Kapolres Malang Era Tragedi Kanjuruhan Jadi Koorspripim Disorot, Praktisi Hukum Singgung Akuntabilitas Publik

3 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Ferli Hidayat saat menjabat Kapolres Malang dengan pangkat AKBP. (ist)
Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !