BACAMALANG.COM — Hari Pers Nasional (HPN) 2027 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kualitas, profesionalisme, dan independensi pers Indonesia di tengah derasnya arus informasi digital.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir dengan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa di Kantor PWI, Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Dalam pertemuan itu, keduanya membahas berbagai hal terkait penyelenggaraan HPN 2027, termasuk pentingnya keterlibatan seluruh unsur pers dalam momentum nasional tersebut.
Teguh Santosa hadir memenuhi undangan PWI didampingi Ketua Harian JMSI Ari Rahman. Sementara Akhmad Munir didampingi Sekjen PWI Marthen Selamet Susanto, Wakil Sekjen PWI Kadirah, serta Ketua Bidang Pendidikan PWI Agus Sudibyo.
Menurut Teguh, HPN memiliki makna strategis bagi insan pers. Selain menjadi ruang refleksi terhadap perjalanan pers nasional, HPN juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap profesionalisme, kredibilitas, dan independensi jurnalistik.
Hal tersebut dinilai semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat arus informasi semakin cepat. Pers dituntut mampu menghadirkan informasi yang akurat sekaligus ikut menghadapi penyebaran berita bohong, informasi menyesatkan, dan ujaran kebencian.
“Secara umum HPN juga menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme yang sejalan dengan kesejahteraan ekonomi para pekerja media agar tetap teguh menjalankan prinsip independensi,” kata Teguh, yang pernah menjabat Direktur Utama Perum LKBN Antara dan kini dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas Antara.
Sementara itu, Akhmad Munir berharap pelaksanaan HPN 2027 dapat berlangsung lebih inklusif dengan melibatkan seluruh konstituen Dewan Pers.
“Kami ingin agar HPN 2027 nanti bisa lebih inklusif dan melibatkan semua konstituen Dewan Pers,” ujar Akhmad Munir.
Agus Sudibyo menambahkan, semangat inklusivitas tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan ketika acara berlangsung. Keterlibatan berbagai unsur pers, menurut dia, perlu dimulai sejak tahap perencanaan, penyusunan program hingga pelaksanaan HPN.
HPN sendiri ditetapkan setiap 9 Februari berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. Namun, penyelenggaraan HPN 2027 direncanakan berlangsung pada April karena tanggal 9 Februari diperkirakan bertepatan dengan bulan Ramadan.
Provinsi Lampung ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan HPN 2027. Agenda tersebut juga akan dirangkaikan dengan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).
Dalam pertemuan tersebut, Teguh turut membagikan pengalamannya ketika dipercaya memimpin Panitia HPN 2016 di Nusa Tenggara Barat. Saat itu, HPN diwarnai sejumlah agenda monumental, salah satunya pelayaran wartawan dari Dermaga Madura Ujung, Surabaya, menuju Lombok menggunakan KRI Makassar-590.
Pelayaran tersebut diikuti hampir 300 wartawan. Selain jajaran pimpinan PWI, Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu, Rudiantara, juga turut dalam perjalanan.
Berbagai kegiatan digelar selama pelayaran, mulai dari salat Jumat, seminar, lomba stand up comedy hingga olahraga pernapasan.
HPN 2016 juga diisi Business Forum yang menghadirkan lebih dari 30 duta besar negara sahabat.
Berbekal pengalaman tersebut, Teguh menyatakan JMSI siap memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan HPN 2027.
“JMSI mendukung penuh penyelenggaraan HPN 2027. Saya yakin, HPN 2027 akan lebih hebat,” tegas Teguh.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarkonstituen pers sekaligus menjadikan HPN sebagai ruang bersama untuk meningkatkan kualitas kehidupan pers nasional.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































