BACAMALANG.COM – Stasiun Geofisika Malang mencatat sebanyak 146 kejadian gempa bumi menggetarkan wilayah Jawa Timur dan sekitarnya sepanjang periode 11 hingga 17 September 2026.
Berdasarkan data analisis, mayoritas kejadian merupakan gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer yang mencapai 111 kejadian. Sementara itu, sebanyak 35 kejadian lainnya merupakan gempa bumi menengah dengan kedalaman antara 60 hingga kurang dari 300 kilometer.
Kepala BMKG Malang, Ricko Kardoso mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi bencana gempa bumi.
“Masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa sebelum kembali ke dalam rumah,” ujar Ricko Kardoso, kepada bacamalang, Senin (21/9/2026).
Kekuatan gempa yang terekam pada periode ini bervariasi, dengan magnitudo terkecil M 1,19 hingga yang terbesar mencapai M 4,97. Dari segi frekuensi harian, jumlah gempa bumi terbanyak terjadi pada 14 September 2026 yakni sebanyak 27 kejadian, sedangkan jumlah terendah terjadi pada 11 September 2026 dengan 14 kejadian.
Pusat gempa bumi sebagian besar berada di perairan laut sebelah selatan Pulau Jawa yang dipicu oleh subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Selain di laut, beberapa aktivitas gempa juga terjadi di darat akibat pergerakan patahan lokal di wilayah tersebut.
Selama sepekan pengamatan, tercatat ada tiga kejadian gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah. Salah satu gempa dirasakan terjadi pada 14 September 2026 berpusat di 157 kilometer selatan Kabupaten Malang dengan kekuatan magnitudo 4,97 pada kedalaman 47,5 kilometer, yang getarannya dirasakan hingga wilayah Pacitan, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, Kediri, Bondowoso, Batu, Banyuwangi, hingga Badung.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































