BACAMALANG.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, berlangsung khidmat. Kegiatan yang digelar keluarga besar Hj. Sunarmi, Ketua Muslimat NU Ranting Desa Bedali, tersebut diisi pengajian umum bersama Pengasuh Pondok Pesantren An Nur Lasem, Rembang, Jawa Tengah, KH. Abdul Qoyyum Manshur atau Gus Qoyyum.
Pengajian yang berlangsung di kediaman keluarga Hj. Sunarmi dan H. Edi Muji Santoso, RW 4 Desa Bedali, Minggu (20/9/2026) bakda Dhuhur, menjadi agenda rutin tahunan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Selain menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah masyarakat Lawang dan sekitarnya.
Rangkaian acara diawali pembacaan Maulid Diba’iyyah oleh Jam’iyyah Sholawat Jabal Rohmah Pondok Pesantren Alquran Nurul Huda Singosari, Malang. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran dan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan Gus Qoyyum.
Dalam tausiyahnya, Gus Qoyyum mengajak jamaah memahami kembali konsep penyucian jiwa atau tazkiyah dalam khazanah Islam, khususnya yang berkembang dalam tradisi tasawuf.
Menurutnya, tazkiyah dapat dipahami melalui dua dimensi, yakni tazkiyah fitria dan tazkiyah muktasabah. Tazkiyah fitria merupakan kesucian bawaan yang diberikan Allah SWT kepada manusia sejak lahir.
Manusia, lanjut Gus Qoyyum, dilahirkan dalam keadaan fitrah dan memiliki kecenderungan kepada kebaikan serta tauhid. Namun, kondisi tersebut perlu terus dijaga melalui proses penyucian diri yang dilakukan secara sadar.
Inilah yang disebut tazkiyah muktasabah, yakni upaya manusia menjaga dan membersihkan jiwa melalui amal saleh serta perilaku yang baik. Sebab, kesucian jiwa dapat tertutup oleh dosa, hawa nafsu, maupun berbagai godaan dalam kehidupan.
“Manusia dilahirkan dalam keadaan suci, namun untuk menjaga kesucian itu tetap bersih diperlukan usaha dan amal saleh secara terus-menerus,” ujar Gus Qoyyum.
Pesan tersebut menjadi salah satu pokok penting dalam pengajian Maulid Nabi. Jamaah diajak menjadikan momentum kelahiran Rasulullah SAW bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga sebagai sarana melakukan introspeksi dan memperbaiki kualitas diri.
Keluarga besar Hj. Sunarmi dan H. Edi Muji Santoso berharap kegiatan pengajian dalam rangka Maulid Nabi tersebut dapat terus digelar secara rutin. Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan diharapkan menjadi ruang untuk menghadirkan para mubalig dari berbagai daerah sekaligus memperkaya pemahaman keagamaan masyarakat.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































