Tekan Angka Stunting, Pemkot Malang Gelar Langkah Strategis dengan Audit - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 16 Jul 2022 10:40 WIB ·

Tekan Angka Stunting, Pemkot Malang Gelar Langkah Strategis dengan Audit


 Tekan Angka Stunting, Pemkot Malang Gelar Langkah Strategis dengan Audit Perbesar

BACAMALANG.COM – Posisi angka stunting pada masa timbang balita bulan Juni 2022 di Kota Malang di angka 9,85 persen. Angka ini mengalami penurunan dibanding bulan Mei sebelumnya yang berada di angka 9,9 persen.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr. Husnul Muarif, di sela audit kasus stunting Kota Malang di Mini Block Office, Balai Kota Malang, Kamis (14/7/2022). “Pemerintah Kota Malang terus melakukan berbagai langkah strategis dalam mengatasi stunting di Kota Malang, salah satunya dengan menggelar audit seperti saat ini,” ujarnya kepada awak media.

Pria yang akrab disapa Bung Edi ini mengatakan, kegiatan audit ini adalah bagian usaha Pemkot Malang untuk melakukan percepatan penanganan stunting. “Lewat identifikasi penyebab stunting, dapat diketahui langkah tindak lanjutnya, sehingga akan mudah dalam memberikan rekomendasi penanganannya,” terang dia.

Bung Edi menambahkan, bahwa secara detail Kota Malang sudah mempunyai data anak-anak yang mengalami stunting. Meski demikian ia mengaku ada perbedaan hasil survei antara kouta dengan nasional. “Survei nasional metodenya acak, sementara di Kota Malang berdasarkan data bulan timbang,” tukasnya.

“Lewat posyandu balita, setiap bulan anak-anak di Kota Malang yang berusia di bawah dua tahun, di bawah lima tahun ditimbang, sehingga dari data timbang, tinggi maupun gizinya baru diketahui mereka masuk kategori stunting atau tidak,” jelasnya.

Namun Bung Edi menyampaikan, selain dari balita, kasus stunting bisa terjadi dari berbagai faktor, salah satunya orangtua, khususnya ibu dari anak tersebut. “Stunting bisa terjadi karena ibu yang melahirkan masih belum cukup usia, yakni di bawah 17 tahun, atau ibu yang melahirkan juga sudah terlalu tua, di atas 45 tahun,” ungkapnya.

Kasus lainnya, imbuh Bung Edi, keluarganya hidup di bawah garis kemiskinan, keadaan lingkungan yang tidak mendukung sehingga menyebabkan gizi keluarga kurang terpenuhi.

“Dari sini kita bisa memberi rekomendasi, misalanya pernikahan dilakukan saat usianya sudah memenuhi syarat, atau dengan edukasi jangan melahirkan di atas usia 45 tahun,” ujarnya.

Bung Edi berharap kerjasama semua pihak dalam mengatasi stunting ini.

“Hal ini tidak bisa dilakukan pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan sendiri, tetapi membutuhkan kerjasama semua pihak,” pungkasnya. Salah seorang kader Posyandu Aprilia di RW 01 Kelurahan Lowokwaru Kota Malang, Aindah mengaku bahwa para balita di posyandunya rata-rata dalam kondisi baik dalam penimbangan maupun pengukuran bagian-bagian tubuh yang dilakukan rutin sebulan sekali ini.

“Berdasarkan catatan yang ada, memang ada satu atau dua anak yang cenderung bobotnya tetap atau menurun. Biasanya karena faktor sedang sakit atau susah makan,” ujarnya belum lama ini.

Aindah mengatakan, para kader posyandu bersama pihak Puskesmas tidak pernah berhenti mengevaluasi dan mengedukasi para ibu yang memeriksakan anaknya. “Kami juga memberi rekomendasi, misalnya berilah anak asupan makanan yang bervariasi namun dengan tetap mengutamakan gizi, serta bagaimana menjaga kesehatan dan kondisi para ibu, khususnya yang sedang hamil atau menyusui,” tandasnya. (ned)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ucapan Diduga Bernuansa SARA Picu Demo di PN Kepanjen, Massa Tuntut Oknum Panitera Diproses Hukum

24 April 2026 - 07:47 WIB

Modus Pengobatan Alternatif, Dukun di Gedangan Cabuli Pasien Hingga Berulang Kali

23 April 2026 - 22:14 WIB

Gebrakan Kalapas Baru Malang: Christo Toar Tancap Gas Upgrade SDM dan Sikat Penyelundupan HP-Narkoba

23 April 2026 - 18:50 WIB

Usai Isu Suap Emas BPJS Terbantahkan, DPRD Soroti terkait Pelayanan

23 April 2026 - 18:17 WIB

Eksekusi Eks Persada Swalayan di Lowokwaru Berjalan Kondusif, Tanpa Perlawanan

23 April 2026 - 17:15 WIB

Longsor 12 Meter di Pakiskembar, Akses Lalin Terganggu

23 April 2026 - 15:04 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !