BACAMALANG.COM – Adanya bentrokan rombongan perguruan pencak silat PSHT dengan warga di Jalan Sudanco Supriadi Kecamatan Sukun pada Minggu lalu (7/8/2022) masih terus didalami Satreskrim Polresta Malang Kota dan terus melakukan penyelidikan serta pendalaman terkait kejadian rombongan perguruan pencak silat tersebut yang bentrok dengan warga.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga menjelaskan, empat saksi baru telah dipanggil dan dimintai keterangan.
“Empat saksi yang kami panggil itu, adalah Ketua Cabang PSHT Malang Kabupaten serta perangkat-perangkat RT di sekitar lokasi kejadian. Untuk ke depannya, kami berencana memeriksa beberapa panitia kegiatan pengesahan warga baru yang digelar di Kabupaten Malang tersebut,” ujarnya Rabu kemaren (17/8/2022).
Tambahan empat saksi baru tersebut, maka total saksi yang telah diperiksa oleh pihak kepolisian sebanyak 10 orang.
Dirinya juga menambahkan, bahwa korban luka-luka atas kejadian itu telah berangsur membaik. Dan ketiga korbannya, sudah bisa dimintai keterangan.
Ketiga korban yang mengalami luka-luka itu menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dengan rincian, dua orang dari PSHT dan satu orang warga.
“Alhamdulillah, kondisi ketiganya sudah membaik dan sudah bisa kami mintai keterangan,” tambahnya.
Masih menurut Akp Bayu, bahwa terdapat unsur pidana dalam kejadian tersebut.
“Unsur pidananya jelas, karena ada korbannya. Tetapi, kami masih mendalami pelakunya siapa,” pungkasnya.
Pada pemberitaan sebelumnya, rombongan perguruan pencak silat PSHT bentrok dengan warga Kota Malang. Aksi bentrok tersebut, dipicu lantaran warga terganggu dengan aksi rusuh rombongan saat melintas di Jalan Sudanco Supriadi Kecamatan Sukun pada Minggu (7/8/2022) sekitar pukul 03.30 WIB.
Pada awalnya, rombongan perguruan pencak silat itu berjalan dari arah selatan ke utara, sambil menggeber-geber sepeda motor.
Saat ditegur oleh warga, rombongan yang terdiri dari 100 orang lebih itu diduga tidak terima dan langsung memukuli salah seorang warga yang menegur.
Bahkan, anggota rombongan itu masuk ke dalam Jalan Sudanco Supriadi Gang Keramat, dan melempari warga serta rumah warga dengan paving.
Selain melempari warga dengan paving, anggota rombongan juga mengacungkan senjata tajam golok dan samurai. Bahkan, sajamnya tersebut diseretkan ke jalan seolah-olah menantang warga.
Menurut penuturan polisi, atas kejadian tersebut, sebanyak tiga orang mengalami luka-luka.
Dan selain korban luka-luka, rombongan perguruan pencak silat itu juga melakukan pengrusakan ruko dan bangunan yang ada di sekitar lokasi.(Him)





















































