Tinjau Revaksinasi PMK, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Komunikasi Penta Helix dan Monitoring - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 9 Agu 2022 16:53 WIB ·

Tinjau Revaksinasi PMK, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Komunikasi Penta Helix dan Monitoring


 Tinjau Revaksinasi PMK, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Komunikasi Penta Helix dan Monitoring Perbesar

BACAMALANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur gencar menjalankan vaksinasi terhadap hewan ternak menghalau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Saat meninjau revaksinasi PMK di Jember baru-baru ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan 2 hal yakni pentingnya komunikasi penta helix dan monitoring ternak untuk meminimalisir penyebaran PMK.

“Percepatan dan perluasan vaksinasi PMK di Jatim tidak boleh melemah. PMK harus menjadi kewaspadaan semua pihak. Monitoring adalah upaya kita untuk menjaga ternak-ternak kita tetap sehat. Kalau ternaknya sehat, maka peternaknya pun menjadi semakin tenang. Jadi tugas pemerintah adalah melindungi peternak dan ternaknya,” tegas Khofifah.

Gubernur meninjau revaksinasi hewan ternak di Dusun Pondok Rampal, Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, pada 30 ekor sapi potong milik Peternak Rakyat Pondok Rampal Jember dengan jenis Limousine, Simental dan PO.

Dikatakannya hingga Minggu (7/8/2022), tercatat sebanyak 635.050 dosis vaksin PMK Tahap I dan II telah disuntikkan di berbagai daerah. Nilai tersebut setara 63% dari total 1.003.300 dosis vaksin yang telah diterima Jawa Timur.

Ia berpesan agar kerjasama berbagai elemen masyarakat terus ditingkatkan. Mulai dari level Babinsa, Babinkamtibmas hingga Kepala Desa. Jika ada informasi terkait kondisi ternak kurang sehat segera kordinasi dengan kadis peternakan atau otoritas veteriner terdekat.

Menurutnya, konfirmasi dua arah dan komunikasi Penta Helix harus terus dilakukan. Dirinya menegaskan bahwa PMK ini harus diwaspadai oleh semua, bukan hanya peternak.

“Misal Pak Kades bisa mengkonfirmasi berapa sapi yang ada di daerah masing-masing. Jika ada yang belum vaksin, mohon segera dikomunikasikan dengan Dinas Peternakan, karena semua vaksin dari pusat langsung didistribusikan ke Kab/Kota,” jelas Khofifah.

Hal ini mengingat semua vaksin dari pemerintah pusat telah didistribusikan langsung ke Kabupaten/Kota. Di sisi lain, di dalam seminggu terakhir jumlah ternak sakit dan yang dipotong paksa sudah jauh menurun. Hal ini tentunya menandakan bahwa vaksinasi sudah menunjukkan efektivitasnya.

Upaya percepatan vaksinasi PMK, Jawa Timur melibatkan semua Tenaga Kesehatan Hewan di Jawa Timur. Total sebanyak 2.450 orang yang terdiri dari 950 dokter hewan dan 1.500 paramedik veteriner telah disiapkan untuk percepatan vaksinasi. (*/had)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Mahasiswa Fakultas Hukum UNISMA Gelar Sosialisasi Hukum di MA Raudlatul Ulum Putra Ganjaran Gondanglegi

27 Juli 2026 - 11:37 WIB

FIKES UB Cetak Tenaga Kesehatan Andal Lewat Pelatihan Perawatan Luka Modern, Tekan Risiko Amputasi Pasien

25 Juli 2026 - 17:30 WIB

Yayasan Bantuan Hukum Bima Kembali Aktif, Prioritaskan Warga Kurang Mampu Dapatkan Akses Keadilan Gratis

25 Juli 2026 - 09:09 WIB

Amnesty Desak Revisi UU Tipikor: Korupsi Harus Diakui sebagai Pelanggaran HAM

23 Juli 2026 - 12:05 WIB

Guru Harus Beradaptasi dengan AI, Akademisi: Generative AI Mitra Baru dalam Pembelajaran Digital

23 Juli 2026 - 09:32 WIB

UWG Malang Kukuhkan Dua Guru Besar, Perkuat Inovasi Akademik Lewat Enam Profesor Emeritus

22 Juli 2026 - 17:27 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !