BACAMALANG.COM-Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober ini dimaknai secara konkret oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tak sekadar seremoni, Kampus Putih menggelar karpet merah bagi para lulusan pondok pesantren di seluruh Indonesia melalui berbagai skema beasiswa unggulan pada Perekrutan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2027.
Hal ini disampaikan Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., yang menegaskan bahwa santri masa kini tidak boleh hanya terpaku pada mimbar keagamaan semata.
“Langkah strategis ini diambil untuk mendorong lahirnya generasi Santri Teknokrat, yakni kaum terpelajar yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus menguasai sains, teknologi, dan kepemimpinan profesional menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, lulusan pesantren memiliki modal karakter, kemandirian, dan etos disiplin yang sangat kuat untuk berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari kedokteran, keteknikan, ekonomi, hingga teknologi informasi.
“Kami ingin meruntuhkan stigma bahwa lulusan pesantren hanya bisa masuk ke jurusan keagamaan. Di UMM, kami menyiapkan dukungan finansial dan fasilitas akademik yang memadai agar para santri bisa bertransformasi menjadi dokter, insinyur, akuntan, hingga wirausahawan sukses tanpa kehilangan identitas kepesantrenannya,” ungkap Juanda.
Oleh karena itu, imbuhnya, sebagai bentuk komitmen nyata dalam pengelolaan akses pendidikan yang inklusif, UMM menyediakan berbagai skema keringanan biaya. Salah satu primadonanya adalah Jalur Prestasi Keagamaan dan Tahfidz Al-Qur’an.
“Para penghafal Al-Qur’an maupun peraih juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) berkesempatan mendapatkan pembebasan tes masuk hingga potongan Biaya Studi Semester (BSS) secara signifikan,” tukasnya.
Selain itu, tersedia pula beasiswa penuh melalui Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) yang membebaskan biaya kuliah sekaligus menyediakan fasilitas asrama. Bagi lulusan sekolah atau pesantren Muhammadiyah, UMM juga membuka skema Beasiswa Alumni Sekolah Muhammadiyah dan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KATAMM) dengan insentif potongan biaya studi yang sangat kompetitif. Seluruh pendaftaran sudah bisa dilakukan sejak 1 Oktober 2026 pada laman admisi.umm.ac.id.
Juanda menambahkan bahwa ekosistem Kampus Putih dirancang sangat ramah bagi kultur santri. Melalui Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) serta keberadaan pusat studi bahasa dan keislaman, para santri tidak akan mengalami gegar budaya.
“Identitas kesantrian mereka tidak akan luntur di sini. Justru kami akselerasi dengan kompetensi global melalui berbagai kelas profesional Center of Excellence (CoE). Kami memastikan setiap rupiah dan waktu yang diinvestasikan santri di UMM akan kembali dalam bentuk jaminan lulus tepat waktu dan kesiapan kerja di dunia industri,” ucapnya mengakhiri.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW



















































