BACAMALANG.COM – Keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi di tingkat internasional. Hal itu dibuktikan Zahra Nur Azizah, atlet para-renang penyandang disabilitas asal Kepanjen, Kabupaten Malang, yang berpeluang tampil pada Asian Para Games 2026 di Aichi dan Nagoya, Jepang.
Ajang olahraga multicabang bagi atlet penyandang disabilitas tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026. Mengusung slogan Imagine One Heart, kompetisi ini menjadi panggung bagi para atlet Asia untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Zahra merupakan atlet tuna daksa binaan pelatih Susanto Basuki. Sebelum berpeluang menembus kompetisi internasional, ia telah mencatatkan prestasi membanggakan pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII di Solo dengan meraih dua medali emas dan satu medali perak.
Perjalanan Zahra di dunia olahraga dimulai saat dirinya duduk di bangku kelas VIII SMP, tepatnya pada semester kedua. Kala itu, ia mendapat panggilan melalui orang tuanya untuk mengikuti pembinaan di Sentra Khusus Olahraga Disabilitas Indonesia (SKODI) Solo, Jawa Tengah, yang berada di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Panggilan tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya. Zahra mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa dirinya dapat berkembang menjadi atlet para-renang dan berkesempatan membawa nama Indonesia di ajang olahraga internasional.
“Perasaan saya waktu itu tidak karuan, bercampur kaget karena tidak menyangka bisa terpanggil mewakili Indonesia. Ada rasa senang, bahagia, juga terharu,” ungkap Zahra, Selasa (13/10/2026).
Kini, atlet muda asal Kabupaten Malang itu terus mempersiapkan diri untuk memberikan penampilan terbaik. Kesempatan berlaga di Jepang menjadi motivasi tersendiri bagi Zahra untuk membuktikan bahwa penyandang disabilitas juga mampu berprestasi dan bersaing di tingkat internasional.
Perjalanan Zahra sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya penyandang disabilitas, agar tidak menyerah dalam mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita.
Dukungan keluarga, pembinaan pelatih, serta kesempatan berlatih menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet menuju prestasi. Bagi Zahra, perjuangan tersebut kini membuka peluang untuk mengharumkan nama Kabupaten Malang dan Indonesia di pentas olahraga Asia.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































