Tingkatkan Kapasitas Pendidik, Tim Pengmas UB Gelar Workshop Konseling Guru dan Kesehatan Mental di Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 21 Agu 2026 12:48 WIB ·

Tingkatkan Kapasitas Pendidik, Tim Pengmas UB Gelar Workshop Konseling Guru dan Kesehatan Mental di Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang


 Berfoto bersama di kegiatan Tim Pengabdian Masyarakat FISIP Universitas Brawijaya, workshop bertajuk “Merawat Semangat Guru, Membangun Pembelajaran Bermakna: Program Pemetaan dan Intervensi di Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia (BMCI)”di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Kota Malang, (1/8/2026), diikuti 35 guru dari jenjang SMA dan MA. (Anif for bacamalang) Perbesar

Berfoto bersama di kegiatan Tim Pengabdian Masyarakat FISIP Universitas Brawijaya, workshop bertajuk “Merawat Semangat Guru, Membangun Pembelajaran Bermakna: Program Pemetaan dan Intervensi di Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia (BMCI)”di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Kota Malang, (1/8/2026), diikuti 35 guru dari jenjang SMA dan MA. (Anif for bacamalang)

BACAMALANG.COM – Tim Pengabdian Masyarakat FISIP Universitas Brawijaya menggelar workshop bertajuk “Merawat Semangat Guru, Membangun Pembelajaran Bermakna: Program Pemetaan dan Intervensi di Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia (BMCI)”. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Kota Malang, pada (1/8/2026) dan diikuti 35 guru dari jenjang SMA dan MA.

Workshop ini digelar untuk menjawab tantangan beban kerja administratif dan mengajar yang tinggi. Beban tersebut kerap memicu kelelahan fisik dan mental tenaga pendidik (burnout).

Burnout diketahui adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang sangat berat akibat stres berat atau tekanan yang berlangsung lama, terutama dalam pekerjaan atau rutinitas sehari-hari. Kondisi ini membuat seseorang kehilangan semangat, merasa kosong, dan tidak produktif.

Jika dibiarkan, guru berpotensi terjebak dalam rutinitas mekanis, sekadar datang, mengajar, lalu pulang. Akibatnya, interaksi dengan sesama rekan kerja memudar, rasa memiliki terhadap institusi menurun, dan loyalitas melemah.

Ketua Yayasan sekaligus pemilik Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S., IPU., mengatakan peran guru tidak hanya sebatas transfer of knowledge. Guru juga harus menjadi pendidik dan role model bagi santri. Namun peran itu sulit dijalankan jika energi guru habis.

“Merawat guru menjadi keharusan agar mereka mampu menjalankan perannya secara optimal,” kata Prof. Bisri.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Anif Fatma Chawa, Ph.D., menegaskan pembekalan psikologis dalam kegiatan ini bukan tambahan beban. Kegiatan ini merupakan bentuk perlindungan dan support system bagi guru.

“Penting bagi guru memiliki pemahaman psikologis agar tahu cara merespons saat menghadapi beban kerja, kelelahan, atau masalah dengan rekan sejawat. Dengan keterampilan konseling dasar, sesama guru bisa saling menguatkan dan membangun kembali bonding dengan institusi,” ujar Anif, Jumat (21/8/2026).

Ia menambahkan, guru yang sehat secara mental juga akan lebih tepat dalam merespons dinamika anak didik. Dengan begitu motivasi belajar siswa tetap terjaga.

Program Pelatihan Konseling Teman Sejawat ini bekerja sama dengan tenaga profesional psikologi. Tujuannya agar peserta mendapatkan keterampilan praktis membangun kembali empati, mengatasi burnout, dan menciptakan ruang aman atau psychological safety di lingkungan sekolah.

Untuk mengukur efektivitas pelatihan, panitia melakukan asesmen sebelum dan sesudah materi. Guru mengerjakan pre test dan post test berisi 10 butir pertanyaan berbasis studi kasus. Pertanyaan mencakup cara merespon rekan yang mengalami kelelahan mental akibat tugas menumpuk, cara membimbing rekan sejawat, hingga strategi menghadapi konflik batin terkait kebijakan administratif. Kegiatan ditutup dengan sesi mendengarkan aktif tanpa menghakimi.

Melalui workshop ini, Yayasan BMCI dan Tim Pengmas UB berharap tenaga pendidik dapat membangun kembali interaksi sosial yang saling mendukung antar sejawat. Dengan begitu tercipta iklim pendidikan yang sehat, loyal, dan penuh empati.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Menko Muhaimin Resmikan Perintis Berdaya Connect di Kota Batu, 7.500 UMKM Disiapkan Naik Kelas

26 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Inovasi Tim Pengabdian FISIP UB: Edukasi Mitigasi Bencana Anak Lewat SIBELA Digital di SDN 1 Punten

26 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Polresta Malang Kota Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana NTT

24 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Relawan Jadi Garda Terdepan, BPBD Kabupaten Malang Apresiasi Perjuangan Padamkan Karhutla Bromo

17 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Jalan Sehat Kemerdekaan UMM, Ratusan Bibit Disebar dan Sampah Dipungut Sepanjang Rute

16 Agustus 2026 - 19:09 WIB

ASLI Malang Buka Donasi untuk Korban Gempa Flores

16 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !