BACAMALANG.COM – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) datang dari Kabupaten Malang. Jajaran DPRD Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kabupaten Malang dan BAZNAS Kabupaten Malang menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan total nilai Rp1.401.404.503.
Bantuan tersebut diserahkan langsung di Posko UAP Gempa Flores dan Posko Landro Darurat untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang masih berada dalam kondisi tanggap darurat pascabencana.
Bantuan berasal dari dua sumber. Dari DPRD Kabupaten Malang, bantuan sosial yang disalurkan berupa 30 unit tenda keluarga untuk pengungsian dan 250 lembar atap seng dengan nilai mencapai Rp330 juta.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malang bersama BAZNAS Kabupaten Malang menyalurkan donasi kemanusiaan senilai Rp1.071.404.503. Bantuan tersebut berupa dana, paket sembako, serta berbagai kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
Setibanya di lokasi, rombongan tidak hanya menyerahkan bantuan. Mereka juga meninjau langsung kondisi tenda pengungsian, berdialog dengan warga dan petugas posko, serta menyerahkan bantuan sembako dan logistik secara simbolis kepada masyarakat terdampak.
Sejumlah warga, termasuk lansia dan ibu yang mengasuh balita, tampak menyambut kedatangan rombongan dari dalam tenda pengungsian.
Suasana haru mewarnai proses penyerahan bantuan. Di bawah tenda peneduh, warga dan anak-anak bersama-sama melantunkan selawat Shalatullah Salamullah. Spanduk donasi turut dibentangkan, sementara anak-anak pengungsi menyambut rombongan dengan lantunan selawat.
Kedatangan rombongan juga disambut secara adat oleh tokoh masyarakat setempat melalui prosesi pengalungan kain tenun ikat khas NTT.
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, S.Sos, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Malang terhadap saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi musibah.
“Senyum mereka di tengah puing, sumber kekuatan kami. Alhamdulillah, amanah dari masyarakat Kabupaten Malang melalui DPRD Kabupaten Malang telah tersalurkan dengan baik,” ujar Darmadi, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, bantuan berupa tenda dan atap seng diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih layak bagi warga selama menjalani masa pengungsian.
“Kami berharap tenda-tenda dan atap seng ini dapat memberikan sedikit kenyamanan dan tempat berteduh bagi saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi,” imbuhnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah bangunan sekolah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan parah hingga roboh akibat gempa.
Di tengah keterbatasan, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung. Rombongan berdialog dengan para santri dan siswa yang mengikuti pembelajaran di tenda darurat. Suasana semakin hangat ketika lantunan lagu Ya Lal Wathon mengiringi kegiatan tersebut.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara rombongan, warga, pelajar, dan para petugas di lokasi pengungsian.
Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat, tetapi juga turut mendukung proses pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi hunian maupun sarana pendidikan yang terdampak bencana.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































