BACAMALANG.COM – Upaya mengatasi persoalan air bersih di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai dilakukan Komunitas Peduli Malang.
Setelah melakukan assessment langsung di lapangan dan berdiskusi dengan warga serta aparat setempat, komunitas tersebut menyalurkan bantuan tahap awal berupa satu unit mesin alkon dan satu unit toren.
Bantuan ini diberikan setelah tim menemukan bahwa persoalan air bersih di wilayah tersebut membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh. Membuat sumur baru bukan satu-satunya solusi, sebab di sejumlah lokasi air sumur warga justru terasa payau.
Di sisi lain, terdapat sumber air lama yang sebenarnya masih berpotensi dimanfaatkan, namun mengalami kerusakan setelah terdampak gempa.
Perwakilan Komunitas Peduli Malang, Yoeni Achyar, mengatakan pihaknya telah melihat langsung kondisi sumber air yang ada. Tim juga berkoordinasi dengan Kapolsek Sambi Rampas untuk mencari alternatif penanganan yang paling memungkinkan.
Hasil assessment menunjukkan terdapat sumur dan sumber air yang sudah tersedia, tetapi belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Karena itu, langkah berikutnya diarahkan pada revitalisasi sumber air tersebut. Dengan dukungan mesin alkon atau pompa air, air diharapkan dapat kembali dialirkan dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami menemukan bahwa persoalan air di sini tidak sesederhana membuat sumur baru. Karena itu, kami mencoba melihat potensi yang sudah ada dan menentukan langkah yang paling memungkinkan serta memberikan manfaat lebih luas,” ujar Yoeni Achyar, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, bantuan yang diberikan saat ini masih merupakan tahap awal. Fokus utama bukan membangun sumber air baru, melainkan menghidupkan kembali sumber yang sudah tersedia agar bisa kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tahap selanjutnya mencakup revitalisasi sumur, pengadaan pompa dan perlengkapannya, pemasangan pipa maupun selang, penyediaan tandon atau tempat penampungan jika dibutuhkan, hingga instalasi dan penentuan titik distribusi air.
Selain itu, kualitas air juga akan diperiksa untuk memastikan sumber tersebut layak dan aman digunakan.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan air memenuhi standar kelayakan, sumber tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga mendukung pelayanan kesehatan di Puskesmas yang saat ini masih menggunakan fasilitas sementara.
“Kami mengikhtiarkan agar sumber air yang sudah ada ini bisa kembali hidup dan manfaatnya dirasakan lebih banyak orang,” pungkasnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































