BACAMALANG.COM – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS turun langsung ke lokasi, Kamis (22/10/2026), untuk memantau proses penanganan sekaligus memastikan langkah antisipasi dampak asap bagi masyarakat berjalan.
Dalam peninjauan tersebut, Danang didampingi Wakil Wali Kota Malang Ali Mutohirin, Dandim 0833, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta sejumlah instansi terkait. Selain mengecek kondisi di lapangan, rombongan juga memperkuat koordinasi guna mendukung percepatan pemadaman dan meminimalkan risiko bagi warga di sekitar lokasi.
“Kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan, mengidentifikasi kebutuhan penanganan, dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Fokus kami mendukung percepatan pemadaman sekaligus mengantisipasi dampak asap agar tidak membahayakan masyarakat,” ujar Danang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemadaman, Polresta Malang Kota telah mengerahkan kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) sejak pagi. Koordinasi juga dilakukan dengan Polres Malang untuk meminta tambahan armada apabila tersedia dan tidak sedang digunakan dalam tugas lain.
Menurut Danang, penanganan kebakaran membutuhkan sinergi lintas instansi dan wilayah. Hal ini mengingat lokasi TPA Supit Urang berada di kawasan perbatasan Kota Malang dan Kabupaten Malang, sehingga koordinasi diperlukan untuk mengoptimalkan pengerahan personel, peralatan, dan dukungan operasional.
“Ini bukan hanya persoalan Kota Malang atau Kabupaten Malang. Penanganannya harus dilakukan bersama. Kami terus memperkuat koordinasi agar langkah di lapangan berjalan searah dan penanganan bisa lebih optimal,” tegasnya.
Polisi Sisir Permukiman dan Bagikan Masker
Tak hanya berfokus pada penanganan di lokasi kebakaran, Polresta Malang Kota juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi paparan asap di kawasan permukiman.
Danang menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas untuk menjangkau warga di wilayah yang berpotensi terdampak. Petugas mendatangi rumah-rumah warga sekaligus membagikan masker sebagai perlindungan awal dan menyampaikan imbauan terkait pencegahan dampak asap.
Kegiatan tersebut melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mulyorejo Aiptu Rudy WD, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pisangcandi Aiptu Edy Suprapto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebonsari Aiptu Sudarsono, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandulan Aipda Guruh S.
“Selain mendukung penanganan di lokasi kebakaran, kami juga memperhatikan keselamatan warga di sekitar. Pembagian masker ini merupakan langkah antisipasi agar masyarakat yang berpotensi terpapar asap mendapat perlindungan awal,” ungkap Danang.
Ia menegaskan, pemantauan di wilayah sekitar terus dilakukan oleh jajaran kepolisian. Langkah tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi potensi dampak asap lebih dini sehingga upaya pencegahan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Pemadaman dan Pendinginan Masih Berlangsung
Terkait durasi penanganan kebakaran, Danang menyebut belum dapat memastikan kapan proses pemadaman akan selesai. Petugas masih berupaya memadamkan titik api sekaligus melakukan pendinginan untuk mencegah bara yang tersisa kembali memicu munculnya asap.
“Kami belum bisa memastikan berapa lama penanganan berlangsung karena semuanya bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan. Petugas masih berupaya memadamkan titik api dan melakukan pendinginan agar bara yang tersisa tidak kembali menimbulkan asap,” jelasnya.
Usai meninjau lokasi kebakaran, Danang bersama jajaran terkait melanjutkan kegiatan dengan menggelar Tactical Floor Game (TFG) di UPT Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.
Forum tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi perkembangan situasi, menyelaraskan strategi penanganan, serta mengoordinasikan kebutuhan dukungan operasional.
Melalui langkah tersebut, Polresta Malang Kota berharap penanganan kebakaran TPA Supit Urang dapat berjalan lebih terkoordinasi, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat di kawasan yang berpotensi terdampak tetap menjadi perhatian.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































