BACAMALANG.COM – Untuk menjaga
kondisi pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional, Bank Indonesia (BI) merilis Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, Rabu (10/8/2022).
Terkait hal ini sebagai bentuk support, Anggota Komisi XI DPR RI Ir Andreas Eddy Susetyo MM memaparkan sejumlah penjelasan dukungan tersebut.
“Kami memahami kondisi inflasi negara masih belum berada di angka yang save. Karenanya fungsi kami di komisi XI setiap harinya fokus pengawasan kebijakan ekonomi maupun fiskal negara,” tegas Andreas.
Ia menjelaskan pihaknya memahami kondisi inflasi negara masih belum berada di angka yang aman, karenanya DPR RI menyokong gerakan bersifat nasional serta menyeluruh untuk mengendalikan inflasi di sektor pangan. Langkah yang dilakukan DPR RI menyepakati penambahan anggaran untuk subsidi energi hampir sebesar Rp 520 triliun.

“Di APBN juga kita sepakati untuk menyiapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kesiapan pangan. Harapannya nanti daerah-daerah bisa mengintervensi ini dilakukan operasi-operasi pasar. Gerakan menanam produk pertanian atau holtikultura bisa digerakkan masif, lebih banyak melibatkan masyarakat akan lebih baik,” terangnya.
Sementara itu Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan inflasi idealnya tidak boleh lebih dari 5 persen, namun sekarang ini masih 10,47 persen. “Gerakan pangan sangat penting diwujudkan, mengingat kondisi geopolitik, perang di Russia dan Ukraina. Mereka pemasok 20 persen ketersediaan energi dan pangan global,” pungkasnya. (*/had)



























































