Empat Nelayan Hilang di Perairan Sendang Biru, Diduga Korban Kecelakaan Laut - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 2 Okt 2025 13:32 WIB ·

Empat Nelayan Hilang di Perairan Sendang Biru, Diduga Korban Kecelakaan Laut


 ilustrasi. (ist) Perbesar

ilustrasi. (ist)

BACAMALANG.COM – Empat nelayan dilaporkan hilang setelah kapal sekoci KMN Albakor 01 yang mereka tumpangi tidak kembali ke darat. Kapal tersebut terakhir terlihat memancing di sekitar rumpon pinggir dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Gelombang di Samudra Hindia disebut sulit diprediksi, terutama saat musim angin selatan masih berlangsung. Para nelayan tetap melaut demi memenuhi kebutuhan ekonomi, meski risiko yang dihadapi sangat besar.

KMN Albakor 01 milik Jumianto, warga Dusun Sendang Biru, berangkat dari Pelabuhan Sendang Biru pada Rabu, 10 September 2025. Biasanya kapal sekoci melaut selama tujuh hingga empat belas hari, namun kapal tersebut telah lebih dari dua puluh hari tidak kembali dan dinyatakan hilang kontak.

Barang-barang yang diduga milik kapal ditemukan mengambang di perairan Pantai Bantol dan Nganteb. Temuan berupa jeriken berisi solar dan box ikan itu memperkuat dugaan bahwa kapal mengalami kecelakaan laut.

Empat awak kapal yang belum ditemukan adalah Jumianto (56), nahkoda, warga Dusun Sendang Biru; Arifin (40), anak buah kapal, warga Dusun Sendang Biru; Dafit (45), anak buah kapal, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang; dan Irfan (20), anak buah kapal, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Informasi dari nelayan lain menyebutkan bahwa KMN Albakor 01 sempat bertemu dengan KMN Gangsar Jaya pada malam hari di tanggal keberangkatan. Setelah itu, tidak ada lagi kabar.

Hingga Rabu siang, sedikitnya delapan sekoci dikerahkan untuk menyisir perairan bersama tim gabungan dari TNI AL, Basarnas, Satpolairud, dan kelompok nelayan tradisional. Pos AL Sendang Biru juga memperluas area pemantauan.

Kasatpolairud Polres Malang, AKP Yoyok Supandi, membenarkan laporan hilangnya kapal tersebut. Ia mengatakan bahwa satu nahkoda dan tiga awak kapal dinyatakan hilang kontak, dan upaya pencarian masih terus dilakukan.

“Satu nahkoda dan tiga awak kapal dinyatakan hilang kontak. Upaya pencarian masih terus dilakukan,” ujarnya.

Situasi di pelabuhan nelayan penuh dengan harapan dan kecemasan. Keluarga korban memilih menunggu di dermaga dan posko nelayan, berharap ada kabar baik dari laut.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 171 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

JKJT Edukasi Remaja Gereja tentang Bahaya Kecanduan Gadget, Aktivitas Alam Jadi Solusi Tingkatkan Fokus

14 Juni 2026 - 17:55 WIB

Transformasi Besar Unika Widya Karya Malang, Alumni dan Mahasiswa Diajak Jadi Duta Kampus

14 Juni 2026 - 16:21 WIB

GMNI Kabupaten Malang Desak Evaluasi Total KDMP, Soroti Masalah Tata Kelola dan Beban Desa

13 Juni 2026 - 10:21 WIB

Perkuat Budaya Akademik, HMPS TBI Universitas Al-Qolam Gelar Pekan Inovasi dan Riset 2026

13 Juni 2026 - 07:19 WIB

Program Magang Mandiri UMM Tuntas, Maha Patih Law Office Harap Sinergi Kampus dan Praktisi Hukum Terus Berlanjut

13 Juni 2026 - 07:11 WIB

GKB 5 UMM Diresmikan, Perkuat Posisi Kampus Putih sebagai Pusat Pendidikan Medis Nasional

12 Juni 2026 - 14:37 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !