Karakter Anak Bangsa Dinilai Mulai Luntur, Akademisi IAI Sunan Kalijogo Malang Soroti Pentingnya Transformasi Pendidikan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 17 Mar 2026 21:11 WIB ·

Karakter Anak Bangsa Dinilai Mulai Luntur, Akademisi IAI Sunan Kalijogo Malang Soroti Pentingnya Transformasi Pendidikan


 Dosen Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, Ruwiyanto, hadir sebagai narasumber pada acara sosialisasi tranformasi pendidikan Jawa Timur berbasis kearifan lokal di RSU Wajak Husada Malang, Selasa (17/3/2026). (Ruwiyanto for Baca Malang) Perbesar

Dosen Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, Ruwiyanto, hadir sebagai narasumber pada acara sosialisasi tranformasi pendidikan Jawa Timur berbasis kearifan lokal di RSU Wajak Husada Malang, Selasa (17/3/2026). (Ruwiyanto for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Persoalan utama bangsa Indonesia saat ini bukan terletak pada keterbatasan sumber daya alam maupun jumlah penduduk yang besar, melainkan pada semakin memudarnya karakter generasi muda yang mulai meninggalkan nilai akhlak dan budi pekerti warisan leluhur. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang Ruwiyanto saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi transformasi pendidikan yang digelar di Aula RSU Wajak Husada, Selasa (17/3/2026).

Dalam pemaparannya, Ruwiyanto menegaskan bahwa Indonesia sesungguhnya memiliki kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang besar sebagai potensi kekuatan bangsa. Namun, menurutnya, potensi tersebut tidak akan bermakna apabila tidak diimbangi dengan pembentukan karakter generasi muda yang kuat. “Persoalan bangsa hari ini bukan pada kekurangan sumber daya alam, bukan pula pada jumlah penduduk. Yang menjadi persoalan justru karakter anak bangsa yang mulai luntur, meninggalkan akhlak dan budi pekerti luhur yang diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial kepada peserta didik. Tanpa penguatan karakter, menurutnya, generasi muda akan kehilangan arah dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Kegiatan sosialisasi tersebut mengangkat tema “Transformasi Pendidikan Mewujudkan Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global” yang dihadiri berbagai unsur masyarakat, tenaga pendidik, serta tokoh pendidikan di wilayah Malang Raya. Forum ini menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya pembaruan sistem pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman.

Ruwiyanto menambahkan bahwa penguatan karakter dapat dilakukan melalui integrasi nilai kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan. Nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur, seperti gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada orang tua serta guru, dinilai penting untuk terus ditanamkan kepada generasi muda.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga nilai luhur budayanya. Jika pendidikan hanya mengejar kecerdasan intelektual tanpa membangun karakter, maka kita akan kehilangan jati diri sebagai bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dr H Puguh Wiji Pamungkas MM penyelanggara acara, juga menaruh perhatian besar terhadap isu pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan menjadi kunci dalam membentuk generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan karakter kuat.

Menurut Puguh, pemerintah daerah bersama para akademisi dan praktisi pendidikan perlu bersinergi untuk menghadirkan sistem pendidikan yang tidak sekadar menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai moral dan budaya bangsa.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan lahir kesadaran bersama bahwa transformasi pendidikan harus diarahkan pada pembentukan generasi unggul yang tidak hanya berdaya saing secara global, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepribadian yang kuat sebagai penerus bangsa.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

“Be Together, Grow Together”, Forkom Agribisnis Dorong Mahasiswa Cerdas, Berkarakter, dan Beretika

5 Juni 2026 - 10:08 WIB

Viral Pejabat BGN Ditangkap, Pengamat Soroti Krisis Tata Kelola Program MBG

4 Juni 2026 - 16:45 WIB

JMSI Jatim Siap Gelar Pelantikan Pengurus dan FGD Media

2 Juni 2026 - 19:12 WIB

Sukses Reboisasi Pujon Hill, UMM Hidupkan Kembali Mata Air dan Pasok Air Bersih untuk Empat Dusun

2 Juni 2026 - 18:54 WIB

Renungan Peringatan 1 Juni, Pancasila Adalah Rumah Bersama

1 Juni 2026 - 12:44 WIB

Hari Lahir Pancasila: Meneguhkan Gotong – Royong di Tengah Arus Individualisme

1 Juni 2026 - 12:38 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !