BACAMALANG.COM – Persoalan utama bangsa Indonesia saat ini bukan terletak pada keterbatasan sumber daya alam maupun jumlah penduduk yang besar, melainkan pada semakin memudarnya karakter generasi muda yang mulai meninggalkan nilai akhlak dan budi pekerti warisan leluhur. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang Ruwiyanto saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi transformasi pendidikan yang digelar di Aula RSU Wajak Husada, Selasa (17/3/2026).
Dalam pemaparannya, Ruwiyanto menegaskan bahwa Indonesia sesungguhnya memiliki kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang besar sebagai potensi kekuatan bangsa. Namun, menurutnya, potensi tersebut tidak akan bermakna apabila tidak diimbangi dengan pembentukan karakter generasi muda yang kuat. “Persoalan bangsa hari ini bukan pada kekurangan sumber daya alam, bukan pula pada jumlah penduduk. Yang menjadi persoalan justru karakter anak bangsa yang mulai luntur, meninggalkan akhlak dan budi pekerti luhur yang diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial kepada peserta didik. Tanpa penguatan karakter, menurutnya, generasi muda akan kehilangan arah dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Kegiatan sosialisasi tersebut mengangkat tema “Transformasi Pendidikan Mewujudkan Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global” yang dihadiri berbagai unsur masyarakat, tenaga pendidik, serta tokoh pendidikan di wilayah Malang Raya. Forum ini menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya pembaruan sistem pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman.
Ruwiyanto menambahkan bahwa penguatan karakter dapat dilakukan melalui integrasi nilai kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan. Nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur, seperti gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada orang tua serta guru, dinilai penting untuk terus ditanamkan kepada generasi muda.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga nilai luhur budayanya. Jika pendidikan hanya mengejar kecerdasan intelektual tanpa membangun karakter, maka kita akan kehilangan jati diri sebagai bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dr H Puguh Wiji Pamungkas MM penyelanggara acara, juga menaruh perhatian besar terhadap isu pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan menjadi kunci dalam membentuk generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan karakter kuat.
Menurut Puguh, pemerintah daerah bersama para akademisi dan praktisi pendidikan perlu bersinergi untuk menghadirkan sistem pendidikan yang tidak sekadar menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai moral dan budaya bangsa.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan lahir kesadaran bersama bahwa transformasi pendidikan harus diarahkan pada pembentukan generasi unggul yang tidak hanya berdaya saing secara global, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepribadian yang kuat sebagai penerus bangsa.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































