Kartini Masa Kini dari Kampus UMM: Wisuda ke-121 Tegaskan Perempuan Harus Berani Memimpin dan Berdampak - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 21 Apr 2026 20:44 WIB ·

Kartini Masa Kini dari Kampus UMM: Wisuda ke-121 Tegaskan Perempuan Harus Berani Memimpin dan Berdampak


 Wusidawati khidmat mengikuti prosesi wisuda. (ist) Perbesar

Wusidawati khidmat mengikuti prosesi wisuda. (ist)

BACAMALANG.COM – Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 menjadi momentum reflektif dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tidak sekadar seremoni kelulusan, momen ini menegaskan kembali pentingnya emansipasi serta peran strategis perempuan dalam mendorong kemajuan bangsa.

Di tengah meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi, urgensi kontribusi nyata menjadi sorotan. Prosesi yang digelar di Hall Dome UMM ini menghadirkan pesan kuat bahwa gelar akademik harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial yang konkret.

Dalam orasinya, Ira Puspadewi, Ph.D mengangkat tema “Menumbuhkan Perempuan Pemimpin untuk Indonesia yang Makin Sejahtera.” Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas institusi dan sumber daya manusia, bukan sekadar faktor geografis.

Ira juga menyoroti masih rendahnya keterlibatan perempuan dalam posisi kepemimpinan strategis. Padahal, berbagai riset menunjukkan bahwa kehadiran perempuan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan kinerja organisasi.

“Jika kita ingin Indonesia maju, maka kualitas institusi harus diperbaiki, dan di dalamnya peran perempuan menjadi sangat penting. Wisudawan dan wisudawati hari ini adalah bagian dari kelompok kecil masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan. Perempuan harus berani meningkatkan kepercayaan diri, tidak terjebak dalam batasan sosial, serta memiliki role model yang kuat agar mampu tampil sebagai pemimpin,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Direktur ASDP periode 2017–2024 itu menambahkan, tantangan perempuan tidak hanya datang dari struktur sosial, tetapi juga dari persepsi diri yang kerap meragukan kemampuan sendiri. Karena itu, dukungan lingkungan—baik keluarga maupun institusi pendidikan—dinilai krusial dalam membentuk keberanian perempuan untuk tampil sebagai pemimpin.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Mukarromah, S.KM., M.Kes., mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan pintu awal untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi antara ilmu, keterampilan, serta nilai kejujuran dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Ilmu yang diperoleh harus dihidupkan dalam tindakan nyata. Kemampuan beradaptasi, terutama di era digital, menjadi kunci agar tidak tertinggal. Di sisi lain, adab dan etika tetap menjadi landasan utama, karena keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian, tetapi juga dari cara mencapainya,” terangnya.

Sejalan dengan itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat. Berbagai program pengembangan, termasuk Center of Excellence (CoE), terus diperkuat untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis dan adaptif terhadap perubahan global.

“UMM akan terus kami proyeksikan untuk melahirkan lulusan berkualitas melalui proses yang terjamin, sekaligus membentuk insan berkarakter mulia. Kami ingin mencetak alumni yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, adaptif, dan mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Di balik prosesi wisuda yang berlangsung khidmat, tersirat pesan bahwa capaian akademik hanyalah awal. Tantangan sesungguhnya dimulai ketika para lulusan terjun ke masyarakat—menguji kemampuan, integritas, serta keberanian mereka dalam membawa perubahan.

Dengan demikian, wisuda ke-121 UMM tidak hanya menjadi penutup perjalanan pendidikan, tetapi juga titik awal lahirnya generasi, khususnya perempuan, yang siap memimpin dan memberi dampak nyata bagi bangsa.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Media Berkualitas, JMSI Jatim Siap Perluas Sinergi Daerah

22 Juni 2026 - 19:05 WIB

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Dari Lapas Berisiko Tinggi Jadi Sentra Ketahanan Pangan

21 Juni 2026 - 23:50 WIB

LESBUMI NU Terbitkan Maklumat Tambakberas 2026, Soroti Krisis Bangsa hingga Desak Moratorium Tambang NU

20 Juni 2026 - 18:10 WIB

Antisipasi El Nino 2026, PJT I Gandeng Industri Jaga Ketersediaan dan Kualitas Air Brantas

20 Juni 2026 - 11:13 WIB

Polemik SMUB 2026: Rapor 89 Lolos Kedokteran UB, Rapor 96 Gagal?

18 Juni 2026 - 19:12 WIB

Lansia Ditemukan Tewas di Sumur Belakang Rumah di Pakis

18 Juni 2026 - 18:44 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !