Bangun Karakter dan Jiwa Wirausaha, MTs Nurul Huda Babatan Biasakan Selawat Jibril 3.000 Kali Setiap Pagi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 16 Jul 2026 16:04 WIB ·

Bangun Karakter dan Jiwa Wirausaha, MTs Nurul Huda Babatan Biasakan Selawat Jibril 3.000 Kali Setiap Pagi


 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda Babatan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, terus mengembangkan pendidikan. (ist) Perbesar

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda Babatan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, terus mengembangkan pendidikan. (ist)

BACAMALANG.COM – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda Babatan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, terus mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter religius dan kemandirian ekonomi siswa.

Kepala MTs Nurul Huda, HM Rosid M.Pd., mengatakan, madrasah menerapkan pembiasaan ibadah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Setiap hari, mulai pukul 06.30 WIB, seluruh 88 siswa melaksanakan salat duha yang dilanjutkan dengan pembacaan Selawat Jibril sebanyak 3.000 kali.

“Pembacaan selawat kami bagi menjadi tiga niat. Sebanyak 1.000 kali untuk mendoakan kedua orang tua, 1.000 kali untuk keberkahan madrasah, dan 1.000 kali lagi untuk para siswa agar diberikan kemudahan, keberuntungan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan,” ujar HM Rosid.

Selain memperkuat nilai-nilai spiritual, MTs Nurul Huda juga memprioritaskan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an serta pendalaman kitab kuning. Program tersebut dilaksanakan pada jam pertama pembelajaran, yakni pukul 06.30 hingga 08.30 WIB, saat kondisi siswa masih segar dan lebih mudah berkonsentrasi.

Untuk mengakomodasi kemampuan yang beragam, siswa dikelompokkan ke dalam beberapa kelas, mulai dari kelas tahfiz, kelas kitab, hingga kelas Iqra bagi siswa lulusan sekolah dasar yang belum mampu membaca Al-Qur’an.

“Kami memilih waktu pagi karena efektivitas belajar jauh lebih baik. Jika materi Al-Qur’an diberikan siang atau sore, anak-anak umumnya sudah lelah sehingga hasil pembelajaran kurang maksimal,” jelasnya.

Tak hanya membangun kecerdasan spiritual, madrasah juga mulai merintis program kewirausahaan sebagai bekal masa depan siswa. Melalui kerja sama dengan pelaku usaha, MTs Nurul Huda ingin menumbuhkan jiwa entrepreneur sejak dini agar para lulusan lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membuka usaha sendiri.

Salah satu program yang dijalankan adalah beasiswa inden bekerja sama dengan PT Literindo Berkat Karya dan CV Mitra Mas Teknik. Program ini diperuntukkan bagi siswa kelas VI SD yang mendaftar hingga 31 Desember, dengan fasilitas berupa bantuan dana pendidikan, buku, serta pendampingan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Harapkan Dukungan yang Setara dari Pemerintah

Di balik berbagai inovasi tersebut, HM Rosid berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian yang lebih merata kepada madrasah swasta. Menurutnya, hingga kini masih terdapat kesenjangan antara sekolah di bawah Dinas Pendidikan dengan lembaga pendidikan berbasis madrasah.

Ia menilai sejumlah program pemerintah, seperti pengadaan smartboard, bantuan bagi guru non-ASN dan non-sertifikasi, hingga revitalisasi gedung sekolah, belum banyak menyentuh madrasah swasta.

Saat ini, MTs Nurul Huda juga tengah melanjutkan pembangunan gedung Madrasah Aliyah secara mandiri sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Madrasah juga menjadi bagian dari Kabupaten Malang yang memiliki tanggung jawab mencerdaskan generasi bangsa. Kami berharap ke depan ada kebijakan yang memberikan kesempatan dan perhatian yang setara kepada madrasah swasta demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Malang,” pungkas HM Rosid.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Bersih Desa di Empat Wilayah Pakisaji: Wujud Syukur, Penghormatan Leluhur, dan Perekat Kebersamaan Warga

16 Juli 2026 - 12:20 WIB

Musim Layang-Layang di Malang Raya: Kurangi Ketergantungan Gadget, Satukan Generasi, dan Dongkrak UMKM Lokal

15 Juli 2026 - 16:29 WIB

14 Hari Persiapan Tanpa Anggaran, LABUMI Sukses Gelar Suran 9 Desa Bumiaji, Target Jadi Agenda Tahunan

15 Juli 2026 - 14:19 WIB

Napak Tilas Sang Pembabat Alas Desa Mangunrejo Kepanjen, Mbah Sumo Saimin

14 Juli 2026 - 07:13 WIB

Arca Tatasawara Hipnotis Delegasi Internasional di Festival Seni Lintas Budaya 2026

13 Juli 2026 - 23:19 WIB

“Mother Earth” Karya Migi Rihasalay Memukau Malang Fashion Runway 2026, Gaungkan Pesan Selamatkan Bumi

13 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !