BACAMALANG.COM — Dunia hukum terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Perkembangan teknologi, dinamika bisnis, hubungan industrial, hingga munculnya beragam bentuk sengketa baru membuat profesi hukum dituntut semakin adaptif dan strategis.
Kondisi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan praktik hukum. Mahasiswa hukum tidak cukup hanya menguasai teori, peraturan perundang-undangan, maupun doktrin hukum, tetapi juga perlu memahami bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan ketika berhadapan dengan persoalan nyata.
Semangat itulah yang turut hadir dalam Brawijaya Jurist Career Expo 2026 yang digelar di Widyaloka Building, Universitas Brawijaya, Malang, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa dan lulusan bidang hukum dengan berbagai institusi serta organisasi yang bergerak di sektor hukum dan profesi terkait. Salah satunya Kavacha Attorneys at Law, yang hadir untuk membuka interaksi langsung dengan mahasiswa mengenai dunia praktik hukum dan peluang karier profesional.
Advokat muda Kavacha Attorneys at Law, Shendy Prasetyo, S.H., mengatakan keikutsertaan pihaknya tidak sekadar menjadi ajang pengenalan firma hukum kepada mahasiswa.
“Bagi kami, Brawijaya Jurist Career Expo menjadi ruang interaksi yang penting. Mahasiswa dapat mengenal lebih dekat bagaimana dunia praktik hukum berjalan, seperti apa karakter pekerjaan di firma hukum, sekaligus memahami kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia profesional,” ujar Shendy, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, pertemuan antara praktisi dan mahasiswa memiliki nilai strategis karena mampu memperpendek jarak antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas persoalan hukum di lapangan.
Ia menilai mahasiswa membutuhkan gambaran konkret mengenai bagaimana seorang profesional hukum menganalisis persoalan, menyusun strategi, memberikan pendapat hukum, hingga mengambil langkah ketika berhadapan dengan sebuah perkara.
“Interaksi dengan praktisi memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan diterapkan dalam menangani persoalan hukum yang sesungguhnya,” jelasnya.
Di sisi lain, bagi dunia profesi, forum semacam ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat karakter dan potensi generasi baru yang kelak akan mengisi berbagai bidang dalam ekosistem hukum Indonesia.
Hukum Tak Sekadar Membaca Pasal
Shendy menuturkan, persoalan hukum dalam praktik hampir tidak pernah hadir dalam bentuk yang sederhana. Satu perkara dapat melibatkan berbagai kepentingan sekaligus, mulai dari individu, perusahaan, pekerja, pemegang saham hingga kepentingan publik.
Bahkan, persoalan yang awalnya terlihat sebagai perkara kontraktual dapat berkembang menjadi sengketa perdata, persoalan pidana, hubungan industrial, hingga risiko terhadap keberlangsungan sebuah kegiatan usaha.
“Karena itu, profesional hukum tidak cukup hanya memahami apa bunyi aturan. Yang juga penting adalah bagaimana aturan tersebut diterapkan, risiko apa yang mungkin muncul, serta strategi apa yang harus disiapkan untuk mengantisipasinya,” paparnya.
Tantangan tersebut semakin besar seiring pesatnya perkembangan teknologi dan dunia usaha.
Transformasi digital telah mengubah cara transaksi dilakukan, bagaimana dokumen dan bukti diperoleh serta disimpan, hingga cara sengketa muncul dan diselesaikan.
Menurut Shendy, kondisi itu membuat kebutuhan terhadap profesional hukum dengan kemampuan analitis dan strategis semakin tinggi.
Kemampuan legal reasoning, legal drafting, negotiation, advocacy, risk assessment, hingga pemahaman terhadap perkembangan teknologi menjadi sejumlah kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh generasi baru profesi hukum.
Menyiapkan Generasi Baru Praktisi Hukum
Kavacha Attorneys at Law, lanjut Shendy, mengembangkan praktik hukum dengan menempatkan strategi sebagai bagian penting dalam memberikan layanan kepada klien.
Bidang praktik yang dijalankan antara lain litigation and dispute resolution, criminal law, corporate and commercial law, legal advisory, serta employment and industrial relations.
“Spektrum tersebut menunjukkan bahwa praktik hukum modern menuntut kemampuan melihat persoalan secara lintas bidang. Satu persoalan hukum dapat memiliki konsekuensi yang jauh lebih luas daripada sekadar persoalan normatif,” ungkapnya.
Bagi mahasiswa hukum, kondisi tersebut sekaligus membuka perspektif bahwa pilihan karier di bidang hukum sangat luas.
Profesi hukum tidak hanya berkutat di ruang persidangan atau profesi advokat dalam pengertian tradisional. Perkembangan dunia usaha juga melahirkan kebutuhan terhadap corporate lawyer, legal counsel, compliance professional, legal risk specialist, industrial relations professional, hingga profesi hukum yang bersinggungan dengan teknologi dan bisnis.
Kemampuan menulis dan berbicara, pengalaman organisasi, penguasaan bahasa, keterampilan melakukan riset hukum, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi modal penting bagi calon profesional hukum.
Namun, di tengah perubahan tersebut, satu hal tetap tidak tergantikan: integritas.
Adagium Fiat justitia ruat caelum, yang secara sederhana bermakna “keadilan harus ditegakkan sekalipun langit runtuh”, menjadi pengingat bahwa profesi hukum bukan semata-mata persoalan kecakapan teknis.
Di balik setiap perkara terdapat tanggung jawab profesi untuk menegakkan hukum secara tepat, mempertahankan hak, serta memastikan proses hukum berjalan berdasarkan prinsip keadilan.
Melalui keikutsertaannya dalam Brawijaya Jurist Career Expo 2026, Kavacha Attorneys at Law turut mengambil bagian dalam mempertemukan dunia akademik dengan praktik profesional.
Bukan sekadar membuka pintu karier, tetapi juga membangun jembatan antara pengetahuan, pengalaman, dan kesempatan bagi generasi muda yang akan menjadi bagian dari perjalanan profesi hukum Indonesia.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga























































