Sambut Hari Santri 2026, LPOI dan SASNU Luncurkan Buku 11 Jilid Sejarah Islam Nusantara - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 18 Okt 2026 23:25 WIB ·

Sambut Hari Santri 2026, LPOI dan SASNU Luncurkan Buku 11 Jilid Sejarah Islam Nusantara


 Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA, memberikan pemaparan isi buku baru berjudul Historiografi Islam Nusantara dalam rangka menyambut Hari Santri 2026. (ist) Perbesar

Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA, memberikan pemaparan isi buku baru berjudul Historiografi Islam Nusantara dalam rangka menyambut Hari Santri 2026. (ist)

BACATODAY.COM – Menyambut Hari Santri 2026, Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) berkolaborasi dengan Yayasan Santri Sosial Nusantara (SASNU) meluncurkan buku Historiografi Islam Nusantara. Karya yang terdiri atas 11 jilid ini mengupas perjalanan panjang Islam dalam membentuk identitas, kebudayaan, dan peradaban bangsa Indonesia.

Peluncuran sekaligus bedah buku tersebut berlangsung di Surabaya, Sabtu (17/10/2026), mengusung tema Merawat Peradaban, Menginspirasi Masa Depan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkaya pemahaman masyarakat mengenai sejarah Islam di Nusantara melalui pendekatan ilmiah dan perspektif kebangsaan.

Buku tersebut ditulis oleh Ketua Umum LPOI sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA, bersama Sekretaris Jenderal LPOI, KH. Imam Pituduh, SH., MH.

Tidak sekadar membahas tokoh dan periode penyebaran Islam, karya ini menelusuri proses interaksi Islam dengan budaya lokal, perkembangan institusi sosial, jaringan pendidikan, perdagangan, hukum, hingga diplomasi yang turut membentuk peradaban Nusantara.

Sejumlah tokoh nasional dan akademisi menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Anggota Wantimpres H. Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jajaran rektor perguruan tinggi, pimpinan pondok pesantren se-Jawa Timur, Majelis Pondok Pesantren, pengurus LPOI, serta Jaringan Forum Umat Beragama.

Diskusi buku menghadirkan Ketua Dewan Pakar Yayasan SASNU, Dr. Sony H. Haribowo, MBA, dan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. KH. Imam Ghozali Said, MA. Jalannya diskusi dipandu moderator KRT Dr. R. Otto Bambang Wahyudi, M.Si., MM. Suasana acara juga dimeriahkan penampilan komika Bobby Al Mahbub.

Menelusuri Jejak Islam dan Pembentukan Peradaban

Dalam pemaparannya, Said Aqil Siroj menegaskan bahwa historiografi Islam Nusantara tidak cukup dipahami sebatas catatan kedatangan dan penyebaran agama. Sejarah tersebut juga mencerminkan perjalanan pembentukan institusi, perkembangan ilmu pengetahuan, serta dinamika kebudayaan yang berlangsung selama berabad-abad.

“Memahami Islam Nusantara tidak cukup hanya menelusuri kapan dan siapa yang menyebarkannya. Lebih dari itu diperlukan kesadaran sejarah mengenai bagaimana Islam berinteraksi dengan budaya lokal, membentuk jaringan pendidikan, perdagangan, hukum, diplomasi, hingga memajukan peradaban Indonesia,” ujar Said Aqil.

Menurutnya, pemahaman sejarah secara menyeluruh dapat membantu masyarakat melihat kontribusi Islam dalam perjalanan bangsa sekaligus memahami hubungan antara agama, kebudayaan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Imam Pituduh menjelaskan bahwa penerbitan buku Historiografi Islam Nusantara merupakan upaya merekonstruksi narasi sejarah Islam secara ilmiah, dinamis, terbuka, dan objektif.

Ia menekankan bahwa penulisan sejarah tidak semestinya berhenti pada pembenaran pandangan tertentu. Sebaliknya, sejarah perlu dikaji secara kritis dengan mempertimbangkan fakta, konteks, dan berbagai interpretasi yang berkembang.

Di tengah maraknya disinformasi, literasi sejarah dinilai semakin penting agar masyarakat mampu membedakan fakta, interpretasi, dan opini. Dengan demikian, sejarah tidak dipahami secara dangkal ataupun dilepaskan dari konteks yang melatarbelakanginya.

Perkuat Literasi Sejarah Generasi Muda

Melalui peluncuran buku ini, LPOI dan SASNU berharap literasi sejarah Islam Nusantara semakin berkembang, sekaligus membuka ruang dialog akademik yang lebih luas di tengah masyarakat.

Karya tersebut juga diharapkan dapat memperkuat identitas kebangsaan serta menjadi referensi bagi akademisi, santri, mahasiswa, dan generasi muda dalam memahami perjalanan Islam di Indonesia.

Sejarah Islam Nusantara, sebagaimana diangkat dalam buku tersebut, menunjukkan pentingnya memahami proses perjumpaan agama dengan tradisi lokal dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan moderat.

Momentum menjelang Hari Santri 2026 ini sekaligus menjadi ajakan untuk merawat warisan sejarah, memperkuat tradisi keilmuan, serta menjadikan pengetahuan masa lalu sebagai pijakan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria 40 Tahun Diamankan Polisi

19 Oktober 2026 - 00:07 WIB

Viral Pria Ngamuk di Toko Parfum Dampit, Berakhir Damai Usai Ganti Rugi Rp 1 Juta

18 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Minggu Kasih di Gereja Katedral Ijen, Kapolresta Malang Kota Ajak Umat Jaga Kerukunan dan Kamtibmas

18 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Pantau 24 SPBU di Kota Malang, Polisi Sebut Antrean BBM Masih Terkendali

18 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Kebakaran Lahan Pinus di Gunung Wedon Lawang Berhasil Dipadamkan, Personel Gabungan Lakukan Pembasahan

18 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Dari Bambu Menjadi Warisan Peradaban, Bejo Sandy Dokumentasikan Harpa Mulut Nusantara

18 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Trending di EVENT & ACARA

©Hak Cipta Dilindungi !