BACAMALANG.COM – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Malang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (22/4/2026). Sidak ini menyoroti kesiapan operasional, terutama terkait perizinan dasar, konstruksi, serta pengelolaan air bersih dan limbah.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Malang dan Sekretaris Daerah selaku Ketua Satgas MBG. Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) serta UPT Pengolahan Limbah Air Domestik Kota Malang turun langsung ke lapangan.
Koordinator Lapangan Bidang Teknis Konstruksi, Ir. Ade Herawanto MT,
menjelaskan sidak ini sebagai bagian dari rangakian kegiatan sosialisasi tentang perijinan. Dasar PBG/SLF dan pengelollaan air limbah domestik yang digelar kemaren di aula DPUPRPKP
“Satgas ini dibentuk untuk mempercepat pelaksanaan program MBG, khususnya pada sektor konstruksi dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Kami juga telah melakukan sosialisasi kepada pengelola dapur dan mitra terkait,” ujarnya.
Tugas utama kami dalam rangka percepatan program MBG antara lain adalah monitoring, pendampingan dan supervisi terhadap ketentuan- ketentuan yang berlaku mulai dari PP 16 th 2021 sampai dengan juknis dapur MBG yang dikeluarkan oleh BGN maupun aturan-aturan lain seperti Keputusan Menteri LH tentang pengelollaan air limbah SPPG dan berbagi aturan lain.
Ade menambahkan, tim percepatan dibagi dalam beberapa kelompok, yakni tim perizinan dasar, tim pengelolaan air minum dan limbah, serta tim monitoring dan evaluasi (monev). Evaluasi akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan dan dilaporkan kepada Wali Kota Malang serta kementerian terkait.
Dalam sidak tersebut, pengelolaan air limbah menjadi perhatian utama. Kepala UPT Pengolahan Limbah Air Domestik Kota Malang, Kamila, menegaskan bahwa limbah domestik tidak hanya berasal dari toilet, tetapi juga dari aktivitas dapur.
“Limbah dari proses mencuci bahan makanan dan peralatan termasuk limbah non-kakus yang wajib dikelola secara terpadu. Semua harus melalui IPAL agar memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan,” jelasnya.
Ia menekankan, pengelolaan limbah cair tidak bisa dipisahkan dari penyediaan air bersih karena keduanya berkaitan langsung dengan kesehatan lingkungan dan masyarakat.
Sidak kali ini juga menyasar salah satu SPPG di wilayah Tlogowaru yang telah dinilai memenuhi standar, baik dari sisi perizinan maupun infrastruktur. Lokasi tersebut dijadikan percontohan bagi SPPG lainnya di Kota Malang.
Sementara itu, Koordinator SIMBG, Sumiyati, A.Md. ST, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong percepatan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) melalui pendampingan intensif.
“Kami siap mendampingi seluruh SPPG dalam proses perizinan, termasuk membantu mencari solusi jika ada kendala, agar operasional dapat berjalan dengan legalitas lengkap,” ujarnya.
Namun demikian, dari total 12 titik SPPG yang terdaftar, baru satu lokasi di Tlogowaru yang telah mengantongi izin lengkap, termasuk PBG, SLF, dan Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Staf Subkoordinator Air Minum dan Air Limbah Bidang Cipta Karya, Eka Prasetya Wipo, menambahkan bahwa monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara intensif hingga akhir April 2026, dengan total 87 titik SPPG menjadi sasaran.
“Dari target 87 SPPG yang sudah opersional maupun yang sedang proses persiapan (pembangunan Fisik) terpantau masih 1 lokasi yang lengkap dan benar perijinannnya yaitu PBG, SLF dan SLHS, sedangkan permohonan ijin yang masuk dalam sistem SIMBG baru ada 12
“Hari ini kami fokus di satu titik sebagai percontohan. Selanjutnya, monev akan diperluas ke seluruh lokasi untuk memastikan standar perizinan, air bersih, dan pengelolaan limbah terpenuhi,” paparnya.
Hasil monitoring tersebut akan menjadi bahan laporan kepada Wali Kota Malang sekaligus dasar evaluasi lanjutan. Pemerintah Kota Malang sebagai Kota mbois berkelas bisa terealisasi, dan berharap seluruh SPPG segera melengkapi perijinan dan meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan agar program pemenuhan gizi masyarakat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































