Sigap! Polisi dan Tiga Taruni Akpol Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Alun-Alun Merdeka Malang - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 21 Okt 2026 21:59 WIB ·

Sigap! Polisi dan Tiga Taruni Akpol Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Alun-Alun Merdeka Malang


 Tiga Taruni Latja Akpol membantu menenangkan korban. (ist) Perbesar

Tiga Taruni Latja Akpol membantu menenangkan korban. (ist)

BACAMALANG.COM – Kesigapan anggota Satlantas Polresta Malang Kota bersama warga dan tiga taruni Akademi Kepolisian (Akpol) berhasil mencegah seorang perempuan berinisial AS (19) melukai dirinya sendiri menggunakan pecahan kaca di kawasan Alun-Alun Merdeka, Kota Malang, Selasa (20/10/2026).

Perempuan asal Jalan Stadion Barat, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, tersebut diketahui datang ke Kota Malang untuk menenangkan diri di tengah persoalan keluarga yang sedang dihadapinya.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula ketika AS mendatangi Pos 12.0 Alun-Alun Merdeka dan bertemu dengan Aipda Firman, anggota Satlantas yang sedang bertugas.

Dalam pertemuan tersebut, AS menceritakan persoalan yang dialaminya, termasuk perasaan selalu disalahkan oleh orang-orang terdekatnya. Mendengar cerita tersebut, Aipda Firman berusaha membangun komunikasi secara persuasif dan memberikan dukungan agar AS tetap kuat menghadapi persoalan hidupnya.

“Anggota yang siaga di Pos 12.0 juga sudah memberikan motivasi agar AS tidak menyerah menghadapi masalah dan tetap memikirkan masa depannya,” ungkap Ipda Lukman, Rabu (21/10/2026).

Setelah percakapan selesai, AS meninggalkan pos. Namun, Aipda Firman masih merasa khawatir terhadap kondisi perempuan tersebut. Ia kemudian terus memantau dari kejauhan hingga melihat AS duduk sambil menggores-gores tangannya.

Menyadari situasi tersebut, Aipda Firman segera mendekati AS. Saat itu, perempuan tersebut diketahui memegang pecahan kaca dan berupaya mengiris lengannya sendiri.

Meski AS sempat melakukan perlawanan ketika hendak diamankan, Aipda Firman berhasil mengambil pecahan kaca dari tangannya sehingga tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatannya dapat dihentikan.

Aipda Firman selanjutnya meminta bantuan warga di sekitar alun-alun serta menghubungi personel Pamapta Polresta Malang Kota untuk membantu penanganan lebih lanjut.

Tiga Taruni Akpol Turut Beri Dukungan

Di tengah situasi tersebut, tiga taruni Latihan Kerja (Latja) Akpol yang berada di lokasi turut berperan membantu menenangkan AS. Mereka adalah Azzah Paramadhita, Melysa Frederica Ivana Lubis, dan Nur Asma Yansyah.

Ketiganya melakukan pendekatan secara humanis dengan mengajak AS berkomunikasi, berusaha meredakan emosinya, serta memberikan air putih dan makanan agar kondisinya berangsur lebih tenang.

Setelah situasi terkendali, personel Pamapta menghubungi pihak keluarga. Bibi AS yang berdomisili di wilayah Kedungkandang, Kota Malang, kemudian datang ke Pos 12.0 Alun-Alun Merdeka.

Setelah berkomunikasi dengan anggota kepolisian, AS diajak menuju rumah bibinya menggunakan mobil Pamapta Polresta Malang Kota. Personel Samapta bersama taruni Latja Akpol selanjutnya memberikan pendampingan hingga ibu kandung AS datang untuk menjemputnya pulang ke Turen.

“Alhamdulillah, akhirnya AS bertemu dengan ibu kandungnya dan dibawa pulang ke Turen. Ibunya juga mengucapkan terima kasih atas keterlibatan masyarakat yang sudah membantu penanganan saat di Alun-Alun Merdeka,” ujar Lukman.

Pentingnya Kepedulian terhadap Sesama

Ipda Lukman menegaskan, penanganan tersebut mencerminkan kesigapan anggota kepolisian bersama masyarakat dalam merespons situasi darurat dan memberikan perlindungan kepada warga.

Pendekatan melalui komunikasi yang baik, kepedulian, serta sikap humanis menjadi bagian penting dalam membantu seseorang menghadapi tekanan emosional dan mencegah tindakan yang membahayakan keselamatannya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa seseorang yang sedang menghadapi persoalan berat membutuhkan dukungan, bukan penghakiman. Kehadiran orang-orang yang bersedia mendengarkan dengan empati dapat menjadi langkah awal untuk membantu mereka melewati masa sulit.

Dukungan keluarga, lingkungan yang peduli, dan pendampingan yang tepat diharapkan dapat membantu seseorang kembali menemukan harapan serta menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Buron Sejak 2025, Terduga Pencuri Honda Vario di Kromengan Ditangkap

23 Oktober 2026 - 06:11 WIB

GMNI Bongkar Enam Persoalan di Kabupaten Malang, DPRD Didorong Segera Bertindak

23 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Semangat Resolusi Jihad Warnai Peringatan Hari Santri di Yayasan Mambaul Huda Ngajum

23 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Akademisi UB: Kritik Mahasiswa Jadi Kontrol Publik dalam Demokrasi

22 Oktober 2026 - 21:22 WIB

UMM Siapkan Kado Hari Santri Nasional 2026, Sediakan Potongan Biaya Studi hingga Asrama Gratis bagi Lulusan Pesantren

22 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Kebakaran TPA Supit Urang, Kapolresta Malang Kota Kerahkan AWC dan Bagikan Masker ke Warga

22 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !