BACAMALANG.COM – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Namun, di tengah transformasi digital tersebut, peran guru dalam membangun karakter dan membentuk generasi berintegritas tetap tidak tergantikan.
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, saat membuka Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malang di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Kecamatan Pakisaji, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN). Mengusung tema Guru Inovatif Ciptakan Generasi Hebat Menuju Indonesia Emas 2045, workshop ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat profesionalisme dalam menghadapi perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Lathifah mengapresiasi semangat para guru dan tenaga kependidikan yang bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas. Menurutnya, kemauan untuk terus belajar merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara PGRI dan perguruan tinggi, khususnya Universitas Negeri Malang (UM), yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pencetakan tenaga pendidik profesional.
“Perkembangan teknologi boleh semakin pesat, tetapi peran guru tidak dapat tergantikan. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan menuntun peserta didik menjadi pribadi yang berintegritas,” ujar Lathifah.
Libatkan Ratusan Guru dalam 21 Gelombang
Workshop peningkatan mutu pendidik tersebut telah memasuki hari kedua dengan melibatkan 624 peserta. Mereka terdiri atas 400 guru dari wilayah Turen dan 224 guru dari wilayah Ngajum.
Pelaksanaan program dibagi menjadi 21 gelombang untuk memperluas kesempatan bagi para pendidik dalam mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Sejumlah narasumber turut dihadirkan, mulai dari pendidik berprestasi, pengawas sekolah, hingga akademisi Universitas Negeri Malang. Salah satunya merupakan peraih Juara I Anugerah Guru Prima (AGP) tingkat Kabupaten Malang sekaligus Juara III tingkat Provinsi Jawa Timur.
Pemenang Juara I AGP tingkat Kabupaten Malang dipersiapkan untuk mewakili daerah dalam kompetisi pada tingkat provinsi hingga nasional. Sementara itu, kontingen Kabupaten Malang dijadwalkan mengikuti agenda tingkat provinsi di Pamekasan pada 20–21 November mendatang.
Dorong Kesejahteraan dan Pemerataan Pendidikan
Selain menekankan peningkatan kompetensi, Lathifah menegaskan bahwa upaya memajukan pendidikan harus disertai perhatian terhadap kesejahteraan guru serta pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.
Sejumlah hal yang terus diperjuangkan pemerintah daerah di antaranya pencairan tunjangan profesi guru setiap bulan, pemerataan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi satuan pendidikan jenjang TK dan RA, serta koordinasi untuk memperjuangkan penambahan kuota Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik di wilayah Malang Raya.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan tenaga pendidik dalam beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga oleh dukungan kebijakan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang layak dan berkeadilan.
Melalui penguatan kompetensi, kolaborasi antarlembaga, serta perhatian terhadap kesejahteraan pendidik, Pemerintah Kabupaten Malang berharap para guru semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang unggul dalam pengetahuan, memiliki karakter kuat, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































