Wabup Malang: AI Tak Bisa Gantikan Peran Guru, Kesejahteraan Pendidik Jadi Perhatian - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 21 Okt 2026 16:16 WIB ·

Wabup Malang: AI Tak Bisa Gantikan Peran Guru, Kesejahteraan Pendidik Jadi Perhatian


 Berfoto bersama dalam kegiatan Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang diselenggarakan PGRI Kabupaten Malang di Gedung PGRI, Pakisaji. (Humas Pemkab Malang) Perbesar

Berfoto bersama dalam kegiatan Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang diselenggarakan PGRI Kabupaten Malang di Gedung PGRI, Pakisaji. (Humas Pemkab Malang)

BACAMALANG.COM – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Namun, di tengah transformasi digital tersebut, peran guru dalam membangun karakter dan membentuk generasi berintegritas tetap tidak tergantikan.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, saat membuka Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malang di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Kecamatan Pakisaji, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN). Mengusung tema Guru Inovatif Ciptakan Generasi Hebat Menuju Indonesia Emas 2045, workshop ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat profesionalisme dalam menghadapi perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Lathifah mengapresiasi semangat para guru dan tenaga kependidikan yang bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas. Menurutnya, kemauan untuk terus belajar merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas.

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara PGRI dan perguruan tinggi, khususnya Universitas Negeri Malang (UM), yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pencetakan tenaga pendidik profesional.

“Perkembangan teknologi boleh semakin pesat, tetapi peran guru tidak dapat tergantikan. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan menuntun peserta didik menjadi pribadi yang berintegritas,” ujar Lathifah.

Libatkan Ratusan Guru dalam 21 Gelombang

Workshop peningkatan mutu pendidik tersebut telah memasuki hari kedua dengan melibatkan 624 peserta. Mereka terdiri atas 400 guru dari wilayah Turen dan 224 guru dari wilayah Ngajum.

Pelaksanaan program dibagi menjadi 21 gelombang untuk memperluas kesempatan bagi para pendidik dalam mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sejumlah narasumber turut dihadirkan, mulai dari pendidik berprestasi, pengawas sekolah, hingga akademisi Universitas Negeri Malang. Salah satunya merupakan peraih Juara I Anugerah Guru Prima (AGP) tingkat Kabupaten Malang sekaligus Juara III tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pemenang Juara I AGP tingkat Kabupaten Malang dipersiapkan untuk mewakili daerah dalam kompetisi pada tingkat provinsi hingga nasional. Sementara itu, kontingen Kabupaten Malang dijadwalkan mengikuti agenda tingkat provinsi di Pamekasan pada 20–21 November mendatang.

Dorong Kesejahteraan dan Pemerataan Pendidikan

Selain menekankan peningkatan kompetensi, Lathifah menegaskan bahwa upaya memajukan pendidikan harus disertai perhatian terhadap kesejahteraan guru serta pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.

Sejumlah hal yang terus diperjuangkan pemerintah daerah di antaranya pencairan tunjangan profesi guru setiap bulan, pemerataan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi satuan pendidikan jenjang TK dan RA, serta koordinasi untuk memperjuangkan penambahan kuota Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik di wilayah Malang Raya.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan tenaga pendidik dalam beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga oleh dukungan kebijakan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang layak dan berkeadilan.

Melalui penguatan kompetensi, kolaborasi antarlembaga, serta perhatian terhadap kesejahteraan pendidik, Pemerintah Kabupaten Malang berharap para guru semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang unggul dalam pengetahuan, memiliki karakter kuat, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Mediasi Empat Jam, Zulham Akhmad Mubarrok dan Pak Dur Sepakat Saling Memaafkan

21 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Wamendagri Bima Arya Apresiasi SRMA 22 Kota Malang, Pemkot Siapkan Kawasan Terpadu Sekolah Rakyat

21 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Polres Batu Bongkar Peredaran 5 Kg Ganja Senilai Rp 25 Juta, Petani Asal Pujon Ditangkap

21 Oktober 2026 - 12:10 WIB

HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Malang Kota Kumpulkan 67 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pemkot Malang Genjot Konservasi Air, Perusahaan Diajak Biayai Sumur Injeksi

21 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polres Malang Gelar Donor Darah dan Bagikan Sembako

21 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !