Pemkot Malang Genjot Konservasi Air, Perusahaan Diajak Biayai Sumur Injeksi - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 21 Okt 2026 07:22 WIB ·

Pemkot Malang Genjot Konservasi Air, Perusahaan Diajak Biayai Sumur Injeksi


 Setda Kota Malang Dandung  Julhardjanto, Kabid Cipta Karya DPUPRPKP Ade Herawanto, Prof. Bisri, Manajer Hand Rolled PT HM Sampoerna Tbk Arinto Brata, dan Camat Blimbing meninjau langsung sumur injeksi program CSR PT HM Sampoerna. (Rohim Alfarizi) Perbesar

Setda Kota Malang Dandung Julhardjanto, Kabid Cipta Karya DPUPRPKP Ade Herawanto, Prof. Bisri, Manajer Hand Rolled PT HM Sampoerna Tbk Arinto Brata, dan Camat Blimbing meninjau langsung sumur injeksi program CSR PT HM Sampoerna. (Rohim Alfarizi)

‎BACAMALANG.COM – Upaya mengurangi risiko banjir dan menjaga ketersediaan air tanah di Kota Malang terus diperkuat. PT HM Sampoerna Tbk melalui SKT Plant Malang turut berkontribusi dengan membangun lima sumur injeksi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
‎
‎Keberadaan lima sumur injeksi tersebut ditinjau langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Dandung Julhardjanto, bersama Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRPKP Kota Malang, Ade Herawanto, Manager Hand Rolled PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Malang, Arinto Brata, Camat Blimbing, serta Lurah Purwantoro dan Lurah Purwodadi, Selasa (20/10/2026).
‎
‎Sekda Kota Malang, Dandung, menyampaikan apresiasi kepada PT HM Sampoerna Tbk atas kepeduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat melalui pembangunan sumur injeksi.
‎
‎“Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya menyampaikan terima kasih atas bantuan CSR PT HM Sampoerna yang peduli terhadap masyarakat, khususnya di Kelurahan Purwantoro. Kepedulian ini diwujudkan melalui pengelolaan lingkungan, mengingat Purwantoro masih menjadi salah satu wilayah yang kerap mengalami genangan air,” ujar Dandung.
‎
‎Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Malang masih menghadapi keterbatasan dalam menyediakan embung sebagai tempat penampungan air. Karena itu, pembangunan sumur injeksi menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengurangi genangan sekaligus mendukung konservasi air tanah.
‎
‎Menurut Dandung, penerapan konsep sumur injeksi yang dikembangkan Prof. Bisri terus didorong untuk membantu mengatasi persoalan genangan di wilayah perkotaan.
‎“Kami berterima kasih karena PT HM Sampoerna masih konsisten membangun sumur injeksi. Saat ini, di Kota Malang sudah terdapat lebih dari 479 sumur injeksi yang tersebar di lima wilayah,” ungkapnya.
‎
‎Prof. Bisri: Kota Malang Idealnya Miliki 1.000 Sumur Injeksi
‎
‎Sementara itu, Prof. Bisri menjelaskan bahwa pembangunan sumur injeksi memiliki sejumlah manfaat penting bagi lingkungan. Di antaranya menambah cadangan air tanah, membantu mengurangi risiko penurunan permukaan tanah, menekan intrusi air laut di wilayah yang rentan, serta mengurangi genangan air.
‎
‎Selain itu, peningkatan cadangan air tanah dinilai dapat mendukung proses penguapan alami yang turut memengaruhi kondisi kelembapan lingkungan. “Setidaknya ada lima hal penting dari pembangunan sumur injeksi. Pertama, menambah cadangan air tanah. Kedua, membantu mengurangi amblesan tanah. Ketiga, menghambat intrusi air laut. Keempat, mengurangi genangan air. Kelima, mendukung keseimbangan lingkungan melalui proses penguapan,” jelas Prof. Bisri.
‎
‎Ia menambahkan, jumlah sumur injeksi yang tersedia saat ini masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, Kota Malang idealnya memiliki sekitar 1.000 sumur injeksi untuk mendukung upaya konservasi air tanah dan pengendalian genangan.
‎
‎PT HM Sampoerna Dukung Pengelolaan Air Berkelanjutan
‎
‎Manager Hand Rolled PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Malang, Arinto Brata, mengatakan pembangunan lima sumur injeksi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung pengelolaan air tanah yang berkelanjutan.
‎
‎“Lima sumur injeksi yang dibangun ini merupakan upaya untuk mengurangi risiko banjir, khususnya di Kelurahan Purwantoro dan Purwodadi. Sumur-sumur tersebut dibangun di titik-titik yang kerap mengalami genangan dan luapan air, terutama saat musim penghujan,” kata Arinto.
‎
‎Ia menjelaskan, program tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Sertifikasi Alliance for Water Stewardship (AWS) yang dilaksanakan PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Malang.
‎
‎AWS merupakan standar global yang mendorong pengelolaan sumber daya air secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui program ini, perusahaan diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya konservasi air serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
‎
‎Pemkot Dorong Perusahaan Salurkan CSR untuk Sumur Injeksi
‎
‎Di sisi lain, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRPKP Kota Malang, Ade Herawanto, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah memprakarsai penyusunan rancangan Peraturan Daerah (RanPerda) tentang konservasi sumber daya air dan pengurangan risiko banjir.
‎
‎Meski regulasi tersebut masih dalam proses, menurut Ade, Pemkot Malang telah lebih dahulu melakukan langkah konkret melalui pembangunan ratusan sumur injeksi yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dan 2026
‎
‎“Sebelum Perda tersebut disahkan dan diundangkan dalam lembaran daerah, kami sudah lebih dahulu melakukan langkah2 konservasi sumber daya air dan pengurangan risiko banjir. Kami telah membuat prototipe dan membangun 479 sumur injeksi di Kota Malang melalui APBD,” jelas sam ade dkross sapaan akrabnya.
‎
‎Ade juga mengajak kalangan dunia usaha untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan dengan mengalokasikan dana CSR bagi pembangunan sumur injeksi.
‎
‎Menurutnya, keterlibatan sektor swasta sangat diperlukan agar upaya konservasi air dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan dalam rangka pelestarian lingkungan
‎
‎“Masih banyak perusahaan yang kami imbau untuk mengalokasikan CSR bagi upaya pelestarian lingkungan. Mengingat Lingkungan ini bukan warisan nenek moyang kita, melainkan titipan untuk anak cucu kita,” tegasnya.
‎
‎Lebih lanjut, Ade mengimbau segenap elemen masyarakat di Kota Malang untuk tidak sembarangan melakukan pengeboran air tanah maupun air bawah tanah. terutama bagi kalangan pengusaha sperti hotel,resto, wisata air , cuci mobil bahkan pengelola Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM /SPAM )
‎
‎Ia menjelaskan, pengambilan air tanah melalui pengeboran harus mengikuti ketentuan perizinan yang berlaku secara ketat. Karena itu, diharapkan memanfaatkan layanan air bersih dari Perumda Air Minum Tugu Tirta atau PDAM sebagai alternatif.
‎
‎selanjutnya melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat secara heksahelix, maka gerakan pembangunan sumur injeksi diharapkan dapat menjadi salah satu langkah terobosan untuk mitigasi banjir dan memperkuat ketahanan lingkungan Kota Malang menghadapi musim penghujan.
‎

‎Pewarta: Rohim Alfarizi
‎Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polres Malang Gelar Donor Darah dan Bagikan Sembako

21 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Bobol Ruko di Kendalpayak, Maling Gasak Puluhan Karung Beras hingga Burung Peliharaan

21 Oktober 2026 - 05:10 WIB

Kapolresta Malang Kota Bekali 890 Siswa SMKN 4 Wawasan Kebangsaan, Tekankan Bahaya Kenakalan Remaja

20 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Kebakaran Arjuno-Welirang Meluas, Sejumlah Titik Terdeteksi di Wilayah Malang

20 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Ringankan Beban, DPRD Kabupaten Malang Usul Bantuan 10 Juta untuk Calon PMI

20 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Antrean Kendaraan di SPBU Bedali Lawang Masih Mengular

20 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !