BACAMALANG.COM – Sebanyak 652 warga binaan di Lapas Kelas I Malang mengikuti layanan Mobile Klinik Skrining HIV, Sifilis, Hepatitis B, Hepatitis C, serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sasana Senopati ini merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Kelas I Malang dan Dinas Kesehatan Kota Malang. Pelaksanaannya juga menjadi bagian dari rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Program tersebut difokuskan pada deteksi dini berbagai penyakit menular sekaligus memastikan hak warga binaan untuk memperoleh pelayanan kesehatan tetap terpenuhi.
Dari total 652 warga binaan Blok Cenderawasih yang menjadi sasaran, hampir 500 orang telah menjalani pemeriksaan pada hari pertama. Sebelum dilakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti proses registrasi dan konseling.
Pelaksanaan skrining dipimpin oleh Pengelola Program HIV Dinas Kesehatan Kota Malang, Yenni Ika Erlianti, A.Md.G., didampingi Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Seksi Perawatan Lapas Kelas I Malang, Risky Syahputra.
Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, turut meninjau langsung jalannya kegiatan. Menurutnya, skrining kesehatan merupakan langkah preventif yang penting untuk menjaga kesehatan warga binaan sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat.
“Kami ingin memastikan setiap warga binaan memperoleh hak pelayanan kesehatan yang optimal. Melalui deteksi dini seperti ini, berbagai penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Sinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Malang menjadi wujud komitmen kami dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkelanjutan bagi warga binaan,” ujar Christo.
Ia menambahkan, Mobile Klinik tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan agar semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat selama menjalani masa pidana.
Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Setelah menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan, para warga binaan kembali ke blok hunian masing-masing.
Salah seorang warga binaan berinisial MR mengaku bersyukur dapat mengikuti layanan kesehatan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan itu membantunya mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sehingga dapat lebih menjaga pola hidup.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Lapas Malang dan Dinas Kesehatan Kota Malang atas pemeriksaan kesehatan ini. Saya jadi lebih mengetahui kondisi kesehatan saya sendiri, sehingga bisa lebih menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup yang lebih baik,” tuturnya.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































