Api Terus Menjalar, BPBD Kabupaten Malang Siaga Cegah Kebakaran Bromo Meluas - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 5 Agu 2026 12:30 WIB ·

Api Terus Menjalar, BPBD Kabupaten Malang Siaga Cegah Kebakaran Bromo Meluas


 Personel gabungan melakukan pemadaman api kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang meluas mendekati wilayah Kabupaten Malang setelah melewati tugu perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang. (IG BPBD) Perbesar

Personel gabungan melakukan pemadaman api kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang meluas mendekati wilayah Kabupaten Malang setelah melewati tugu perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang. (IG BPBD)

BACAMALANG.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas hingga mendekati wilayah Kabupaten Malang. Rembetan api kini dilaporkan telah melewati kawasan perbatasan Malang-Lumajang, sehingga meningkatkan kewaspadaan seluruh pihak terkait.

Mengantisipasi dampak yang lebih luas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan dan koordinasi intensif di lapangan sejak Selasa (4/8/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Besar TNBTS dan instansi terkait guna memastikan perkembangan kebakaran dapat ditangani secara cepat.

> “BPBD Kabupaten Malang terus memantau perkembangan kebakaran bersama TNBTS dan seluruh unsur terkait. Prioritas kami adalah memastikan api tidak meluas hingga mendekati wilayah Kabupaten Malang serta mendukung upaya pemadaman sesuai kondisi di lapangan,” ujar Purwoto, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, titik api pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) di kawasan kaldera Bromo, tepatnya di Bukit Jantur atau Bantengan, wilayah Kabupaten Probolinggo. Hingga Rabu (5/8/2026), luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare.

Vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar. Sementara itu, jarak rembetan api ke wilayah Kabupaten Malang diperkirakan tinggal sekitar 800 meter dari tugu perbatasan berdasarkan pengukuran melalui jalur darat.

Kondisi cuaca yang cerah berawan disertai tiupan angin sedang ke arah barat menjadi faktor yang berpotensi mempercepat penyebaran api.

Proses pemadaman dilakukan secara terpadu oleh Balai Besar TNBTS bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Lumajang, Masyarakat Peduli Api Desa Ngadas, Forkopimda, serta para relawan.

Pemadaman difokuskan melalui jalur darat dengan pembuatan sekat bakar dan penyemprotan menggunakan dua unit armada milik TNBTS dan BPBD Provinsi Jawa Timur. Selain itu, BPBD Provinsi Jawa Timur juga mengerahkan satu unit mobil tangki udara, sementara petugas melakukan pemadaman manual menggunakan gepyok dan mesin semprot pertanian.

Meski demikian, upaya pemadaman masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari medan lereng yang terjal, hembusan angin kencang, hingga keterbatasan sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

Sebagai langkah antisipasi, Balai Besar TNBTS sebelumnya sempat menutup sementara akses wisata melalui Pos Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Namun, saat ini akses menuju kawasan Bromo kembali dibuka melalui tiga pintu masuk, yakni Jemplang (Malang), Wonokitri (Pasuruan), dan Cemorolawang (Probolinggo).

BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap mematuhi seluruh ketentuan di kawasan TNBTS serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan selama musim kemarau.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Neo-Walangwati Walangsumirang, Warisan Terakhir Ki Sutak Hadir dalam Tafsir Baru Wayang Topeng Malangan

5 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Merasa Dirugikan Rp1,14 Miliar, Kontraktor Somasi Developer Wangsakarta PrimaLand

5 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Pemilik KSU Unggul Makmur Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Rp500 Juta, Korban Minta Polisi Segera Lakukan Penahanan

4 Agustus 2026 - 14:27 WIB

SDN Sidomulyo 02 Kota Batu Tanamkan Budaya Santun Lewat Inovasi “ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo”

4 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Buku Lintas Sejarah Etnis Tionghoa di Malang, Menelusuri Jejak Komunitas yang Membentuk Wajah Kota

4 Agustus 2026 - 10:34 WIB

UB Gelar Skrining Kesehatan Mental Serentak untuk 17 Ribu Calon Mahasiswa Baru

4 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !