BACAMALANG.COM – Rumah Budaya Ratna (RBR) menandai perjalanan dua tahunnya melalui gelaran “Karsa Wacana”, sebuah perayaan yang memadukan gagasan, literasi, seni, musik, dan kebudayaan, Senin, (24/8/2026).
Berlokasi di Jalan Diponegoro no. 3, Klojen, Kota Malang, Karsa Wacana di RBR kali ini mengusung tema “Merdeka dalam Gagasan, Berakar dalam Budaya”, menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku seni, budayawan, penulis, musisi, hingga komunitas untuk merayakan kebudayaan melalui beragam ekspresi.
Rangkaian acara diawali dengan bedah novel “Fokus”, karya sastrawan Malang Ratna Indraswari Ibrahim, yang menghadirkan penulis dan dosen Fakultas Ilmu Budaya Tengsoe Tjahjono, dan Prof. Djoko Saryono, guru besar sastra Universitas Negeri Malang (UM) yang dipandu pegiat literasi dan pendiri Kampoeng Boedaja Malang serta Diskusi Sastra Reboan. Nashir Ngebules. Agenda literasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan dua tahun Rumah Budaya Ratna, sekaligus membuka ruang dialog mengenai gagasan dan kebudayaan.
Keberadaan Rumah Budaya Ratna tidak dapat dipisahkan dari sosok sastrawan kelahiran Malang, Ratna Indraswari Ibrahim. Dari kediamannya di Jalan Diponegoro 3, Klojen, Kota Malang tersebut, Ratna semasa hidupnya menghasilkan sedikitnya 300 cerpen, selain novel, novelet, puisi, artikel dan esai.
Sebagai upaya memperpanjang usia karya-karya tersebut agar tetap dapat diapresiasi generasi muda, RBR bekerja sama dengan Intrans Publishing Grup Malang untuk mencetak ulang sejumlah karya Ratna.
“Yang sudah terbit ada tiga judul buku, masing-masing Bajunya Sini, Lemah Tanjung, dan Pecinan, Suara Hati Sang Wanita Tionghoa,” ungkap pimpinan RBR, Benny Ibrahim, Senin (24/8/2026).
Pengurus RBR juga menemukan arsip tiga karya Ratna yang belum pernah diterbitkan semasa hidupnya, yakni Fokus (1978), Seruni (1997), dan Sepanjang Hidup Ratih (1990).

Salah satu penampilan dalam gelaran “Karsa Wacana” Rumah Budaya Ratna , di Jalan Diponegoro 3, Klojen, Kota Malang Senin, (24/8/2026). (Nedi Putra AW)
Novel Fokus kini telah rampung dicetak Media Nusa Creative Publishing, Malang, dengan Lilik Fatimah Azzahra sebagai editor. Karya tersebut menjadi salah satu materi utama dalam perayaan dua tahun RBR.
Selain bedah buku, Karsa Wacana menghadirkan beragam pertunjukan seni, di antaranya teater dan solo nyanyi bersama pendiri Studi Akting Malang, Sindu Dohir Herlianto, tari oleh Rinto Syam dan Ignatius Taufik, serta penampilan dalang/narrator muda Claudio Akbar Yudhistira atau “Dalang Wayang Amat Cekak”.
Panggung musik juga diramaikan sejumlah penampil, mulai dari gitaris cilik Malang Bertiar, DJ Yobis Siboy, hingga penampilan band Arom, Letter From Wina, Bedebah, Sabianputra (Renjana), dan Valentina. Sementara Cahaya tampil sebagai penyanyi solo.
Sementara nuansa sastra turut mendapat tempat melalui penampilan puisi dari para pegiat sastra, seperti Viana Putri Pratiwi, Dai Cilik Janatalavanya, Lilik Fatimah Azzahra, dan Ari Subagyo. Selain itu, panggung juga menghadirkan penampilan gitaris Fey TheCrimsom serta monolog dari Maria ‘Nana’ Ratna.
Benny Ibrahim menyampaikan, melalui Karsa Wacana, Rumah Budaya Ratna tidak hanya merayakan perjalanan dua tahun, tetapi juga menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh bagi gagasan dan ekspresi kebudayaan.

Penampilan talenta muda dalam gelaran “Karsa Wacana” Rumah Budaya Ratna , di Jalan Diponegoro 3, Klojen, Kota Malang Senin, (24/8/2026). (Nedi Putra AW)
“Semangat “Merdeka dalam Gagasan, Berakar dalam Budaya” menjadi benang merah kegiatan ini adalah untuk mengajak masyarakat terus menciptakan, berdialog, dan menjaga kebudayaan melalui berbagai bentuk karya,” ungkapnya.
Benny Ibrahim menjelaskan, RBR didirikan pada 24 Agustus 2024 untuk mengenang dan melanjutkan warisan serta perjuangan Ratna Indraswari Ibrahim, seorang sastrawan dan aktivis sosial yang produktif. Sejak awal dibuka, sedikitnya sudah ada ribuan pengunjung yang hadir dari lintas generasi dan berbagai latar belakang, dengan ratusan kegiatan literasi, mulai bedah buku, baca puisi, pameran buku, heritage trail, bahkan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti baksos peduli disabilitas.
Tercatat berdasarkan data kunjungan harian, Benny menyebutkan rata-rata ada 30 yang orang dating ke RBR setiap hari.
“Secara konservatif kami hitung 900 pembaca per bulan, dan sekitar 20.700 pembaca sejak awal berdiri,” tandas adik bungsu Ratna Indraswari Ibrahim ini
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW


























































