BACAMALANG.COM – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Relawan Malang melalui aksi nyata di wilayah Pota, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (16/10/2026). Tak sekadar berbagi kebahagiaan dengan anak-anak, para relawan juga membantu menggerakkan ekonomi warga terdampak bencana dengan memborong dagangan seorang penyintas gempa bumi.
Suasana hangat terlihat ketika anak-anak di Pota antusias menikmati beragam jajanan, mulai dari makanan ringan, es, hingga cilok. Keceriaan mereka menjadi bagian dari kegiatan sosial yang digelar para relawan di kawasan tersebut.
Namun, di balik kegiatan sederhana itu, tersimpan cerita perjuangan seorang pedagang yang berusaha kembali menata kehidupan setelah mengalami bencana gempa bumi.
Sebelumnya, tim Relawan Malang sempat berbincang santai dengan pedagang tersebut di bawah pohon mangga. Dari percakapan itu, para relawan mengetahui bahwa pedagang tersebut merupakan salah satu penyintas gempa yang tengah berjuang memulihkan kondisi ekonomi dan melanjutkan usahanya.
Mengetahui kondisi tersebut, Relawan Malang berinisiatif memborong dagangan yang dijualnya. Langkah ini menjadi bentuk dukungan langsung agar usaha kecil milik warga tetap berjalan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan hidup pascabencana.
Melalui kegiatan tersebut, relawan ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar. Dukungan sederhana yang diberikan secara tepat sasaran juga dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit.
Perwakilan Relawan Asli Malang, Yoeni Achyar, mengatakan bahwa membantu sesama dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana yang memberikan dampak langsung bagi penerimanya.
“Membantu sesama tidak selalu harus dalam bentuk bantuan besar,” ungkap Yoeni.
Aksi memborong dagangan ini diharapkan dapat menambah semangat para penyintas untuk kembali menata kehidupan, sekaligus menjadi dorongan bagi keberlangsungan usaha mikro masyarakat setempat.
Bagi Relawan Malang, kepedulian bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga hadir, mendengarkan perjuangan warga, dan memberikan dukungan nyata agar mereka memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































