BACAMALANG.COM – Kebakaran melanda tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (21/10/2026). Kobaran api yang disertai kepulan asap tebal terus membakar tumpukan sampah. Petugas gabungan pun berjibaku melakukan pemadaman hingga malam hari.
Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Sebanyak 50 personel gabungan bersama sejumlah relawan, termasuk dari BPBD Kota Malang, dilibatkan dalam upaya pemadaman. Dukungan armada juga datang dari Damkar Kota Malang yang menerjunkan enam unit mobil pemadam serta Damkar Kabupaten Malang dengan dua unit kendaraan.
“Untuk saat ini, ada 50 personel dan beberapa relawan, termasuk BPBD Kota Malang, yang dikerahkan. Damkar Kota Malang menerjunkan enam unit mobil pemadam dan Damkar Kabupaten Malang membantu dengan mengirimkan dua unit mobil pemadam,” jelas Prayitno.
Ia mengungkapkan, titik awal kebakaran diduga berasal dari sisi selatan kawasan TPA, sebelum kobaran api merambat ke arah utara. Kondisi angin kencang serta keberadaan gas metana di tumpukan sampah diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api.
“Dari wilayah selatan ada orang yang membakar sampah. Kemudian, percikan bara api terbawa tiupan angin ke utara dan memicu kebakaran ini. Secara teknis, tumpukan sampah juga menghasilkan gas metana yang menjadi salah satu faktor api mudah membesar,” bebernya.
Akibat peristiwa tersebut, area tumpukan sampah yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare. Meski upaya pemadaman terus dilakukan, petugas masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Prayitno menjelaskan, pembasahan di sisi selatan mulai menunjukkan hasil dengan meredanya kobaran api. Namun, titik api baru justru muncul di bagian bawah sisi barat. Kencangnya angin dan keterbatasan akses air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Untuk memperkuat penanganan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota guna meminta dukungan mobil water cannon. Selain itu, unit pemadam kebakaran dari Pabrik Bentoel dan Universitas Brawijaya juga diupayakan membantu proses pemadaman.
Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menerangkan bahwa karakteristik tumpukan sampah membuat proses pemadaman tidak bisa hanya dilakukan pada bagian permukaan. Bara api berpotensi masih tersimpan di bagian bawah sehingga diperlukan penanganan secara menyeluruh.
“Ini tentu menambah kesulitan karena tumpukan sampah mengandung gas metana dan beberapa kali sempat terdengar suara ledakan. Ketika bagian atas sudah dipadamkan, masih ada kemungkinan titik api tersembunyi di bawah yang belum diketahui kedalamannya,” ungkap Pandu.
Meski demikian, Pandu memastikan lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga kondisi di sekitar lokasi dinilai relatif aman.
Untuk mencegah api merambat ke area lain, petugas melakukan penyekatan dengan membasahi bagian tumpukan sampah yang belum terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk menghambat perambatan api sekaligus mengendalikan perluasan area kebakaran.
Hingga malam hari, petugas gabungan masih melanjutkan upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang berpotensi menyimpan bara api.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































