Kebakaran di TPA Supit Urang, Gas Metana dan Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman Api - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 22 Okt 2026 11:48 WIB ·

Kebakaran di TPA Supit Urang, Gas Metana dan Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman Api


 Petugas Damkar berupaya memadamkan api yang masih terlihat membara. (ist) Perbesar

Petugas Damkar berupaya memadamkan api yang masih terlihat membara. (ist)

BACAMALANG.COM – Kebakaran melanda tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (21/10/2026). Kobaran api yang disertai kepulan asap tebal terus membakar tumpukan sampah. Petugas gabungan pun berjibaku melakukan pemadaman hingga malam hari.

Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Sebanyak 50 personel gabungan bersama sejumlah relawan, termasuk dari BPBD Kota Malang, dilibatkan dalam upaya pemadaman. Dukungan armada juga datang dari Damkar Kota Malang yang menerjunkan enam unit mobil pemadam serta Damkar Kabupaten Malang dengan dua unit kendaraan.

“Untuk saat ini, ada 50 personel dan beberapa relawan, termasuk BPBD Kota Malang, yang dikerahkan. Damkar Kota Malang menerjunkan enam unit mobil pemadam dan Damkar Kabupaten Malang membantu dengan mengirimkan dua unit mobil pemadam,” jelas Prayitno.

Ia mengungkapkan, titik awal kebakaran diduga berasal dari sisi selatan kawasan TPA, sebelum kobaran api merambat ke arah utara. Kondisi angin kencang serta keberadaan gas metana di tumpukan sampah diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api.

“Dari wilayah selatan ada orang yang membakar sampah. Kemudian, percikan bara api terbawa tiupan angin ke utara dan memicu kebakaran ini. Secara teknis, tumpukan sampah juga menghasilkan gas metana yang menjadi salah satu faktor api mudah membesar,” bebernya.

Akibat peristiwa tersebut, area tumpukan sampah yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare. Meski upaya pemadaman terus dilakukan, petugas masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Prayitno menjelaskan, pembasahan di sisi selatan mulai menunjukkan hasil dengan meredanya kobaran api. Namun, titik api baru justru muncul di bagian bawah sisi barat. Kencangnya angin dan keterbatasan akses air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Untuk memperkuat penanganan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota guna meminta dukungan mobil water cannon. Selain itu, unit pemadam kebakaran dari Pabrik Bentoel dan Universitas Brawijaya juga diupayakan membantu proses pemadaman.

Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menerangkan bahwa karakteristik tumpukan sampah membuat proses pemadaman tidak bisa hanya dilakukan pada bagian permukaan. Bara api berpotensi masih tersimpan di bagian bawah sehingga diperlukan penanganan secara menyeluruh.

“Ini tentu menambah kesulitan karena tumpukan sampah mengandung gas metana dan beberapa kali sempat terdengar suara ledakan. Ketika bagian atas sudah dipadamkan, masih ada kemungkinan titik api tersembunyi di bawah yang belum diketahui kedalamannya,” ungkap Pandu.

Meski demikian, Pandu memastikan lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga kondisi di sekitar lokasi dinilai relatif aman.

Untuk mencegah api merambat ke area lain, petugas melakukan penyekatan dengan membasahi bagian tumpukan sampah yang belum terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk menghambat perambatan api sekaligus mengendalikan perluasan area kebakaran.

Hingga malam hari, petugas gabungan masih melanjutkan upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang berpotensi menyimpan bara api.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tak Sampai 24 Jam, URC Polres Malang Ringkus Terduga Pencuri HP di Burger Bangor Kepanjen

22 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Diteror Video Call WhatsApp dengan Ucapan “Mati Kamu”, Jurnalis di Kota Batu Lapor Polisi

22 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Aksi Unjuk Rasa Berlangsung Kondusif, Kapolresta Malang Kota: “Rutam Nuwus Hebak”

22 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Lerai Pertengkaran Rumah Tangga Tetangga, Warga Sumberpucung Malang Ditusuk Pisau Dapur

22 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Perkuat Struktur Organisasi, LSM LIRA Kota Batu Tunjuk Prima Septian sebagai Plt. Camat Batu

22 Oktober 2026 - 05:30 WIB

Sigap! Polisi dan Tiga Taruni Akpol Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Alun-Alun Merdeka Malang

21 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !