Desak Pembenahan Kebijakan Nasional, Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu Gelar Aksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Malang - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 21 Okt 2026 20:02 WIB ·

Desak Pembenahan Kebijakan Nasional, Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu Gelar Aksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Malang


 Spanduk bertuliskan “2 Tahun Prabowo-Gibran” sempat dilindas kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di tengah aksi unjuk rasa Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu di sekitar Gedung DPRD Kota Malang, Jalan Tugu, Rabu (21/10/2026). (Nedi Putra AW). Perbesar

Spanduk bertuliskan “2 Tahun Prabowo-Gibran” sempat dilindas kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di tengah aksi unjuk rasa Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu di sekitar Gedung DPRD Kota Malang, Jalan Tugu, Rabu (21/10/2026). (Nedi Putra AW).

BACAMALANG.COM – Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPRD Kota Malang, Jalan Tugu, Rabu (21/10/2026). Aksi tersebut menjadi bagian dari konsolidasi gerakan untuk menyuarakan berbagai persoalan ekonomi, hukum, hak asasi manusia (HAM), dan pendidikan yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Massa yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa di Malang mulai berdatangan sejak pukul 15.00 WIB. Sejumlah perwakilan massa kemudian menyampaikan orasi di hadapan peserta aksi yang berkumpul di sisi depan Gedung DPRD Kota Malang dan kawasan Bundaran Tugu.

Di tengah cuaca sore yang masih terik, massa juga mendirikan Posko Logistik Kolektif untuk menyediakan makanan dan minuman bagi peserta aksi. Selain menyiapkan logistik secara mandiri, mereka juga membeli makanan dari para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar lokasi demonstrasi.

Aksi tersebut turut berdampak pada kelancaran lalu lintas. Karena jalan masih dibuka untuk kendaraan yang melintas, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat. Para mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan dan mengajak pengendara yang melintas membunyikan klakson sebagai bentuk dukungan terhadap aspirasi mereka.

Salah satu aksi yang dilakukan adalah dengan membentangkan spanduk bertuliskan “2 Tahun Prabowo-Gibran” di tengah jalan. Spanduk tersebut kemudian dilindas kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas. Situasi ini berlanjut hingga aparat melakukan penutupan jalur di kawasan aksi.

Humas Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Muhammad A. Ilham, mengatakan aksi tersebut menjadi ruang untuk menyatukan suara mahasiswa, buruh, petani, dan berbagai elemen masyarakat dalam menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

Menurutnya, sejumlah persoalan yang menjadi perhatian massa meliputi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga pangan, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), persoalan KKN, hingga penanganan stunting.

“Kami tidak hanya mengajak elemen mahasiswa, tetapi seluruh elemen masyarakat untuk terus terlibat dalam aksi ini,” ujar Ilham di tengah aksi.

Massa juga mendirikan Posko Logistik Kolektif untuk menyediakan makanan dan minuman bagi peserta aksi. (Nedi Putra AW)

Ia menjelaskan, aksi simbolis melalui pembentangan spanduk di jalan tersebut merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dalam aksinya, Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu membawa empat fokus tuntutan utama. Pertama, di bidang ekonomi, massa mendesak evaluasi pengelolaan anggaran serta penanganan kelangkaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Kedua, dalam bidang hukum dan tata kelola negara, mereka mendorong penataan kembali kebijakan pemerintah serta penghentian tindakan represif terhadap aktivis dan masyarakat. Ketiga, di bidang HAM dan demokrasi, massa menuntut perlindungan kebebasan berpendapat dan penegakan keadilan sosial.

Keempat, dalam bidang pendidikan, mereka mendesak pembenahan fasilitas serta pemerataan akses pendidikan yang berkeadilan.

Arifin menambahkan, aksi di Malang juga menjadi bagian dari gerakan yang menyambut agenda Komite Sadar di tingkat nasional. Gerakan tersebut diarahkan untuk memperkuat konsolidasi dan mempersiapkan eskalasi aksi yang lebih besar pada 28 Oktober mendatang.

Aparat berjaga di sekitar Gedung DPRD Kota Malang. (Nedi Putra AW)

Ia berharap pemerintah merespons berbagai tuntutan tersebut melalui langkah konkret dan membuka ruang dialog dengan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah dapat segera merespons tuntutan ini secara nyata tanpa mengedepankan tindakan represif,” pungkasnya.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sigap! Polisi dan Tiga Taruni Akpol Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Alun-Alun Merdeka Malang

21 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Gandeng Polisi Baik Pak Purnomo, Ajudan Bupati Malang Bantu Evakuasi ODGJ di Kromengan

21 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Peringati Hari Santri, Penyuluh Agama Islam dan PAC ISNU Pagelaran Telusuri Jejak Perjuangan Muassis NU

21 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Kepanjen, Warga Rela Menunggu hingga Satu Jam

21 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Sidang Kasus Penempatan PMI Nonprosedural: Kuasa Hukum Muzamil Pikir-Pikir Banding, Minta Putusan Bebas Murni

21 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Kota Malang Berdoa, Wakapolresta Ajak Warga Rawat Toleransi dan Perkuat Persatuan

21 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !