BACAMALANG.COM – Seorang jurnalis di Kota Batu, Zulkifli (50), mengaku mendapat teror bernada ancaman melalui panggilan video grup WhatsApp dari sejumlah nomor tak dikenal. Merasa keselamatannya terancam, ia akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Satreskrim Polres Batu.
Laporan itu dibuat setelah Zulkifli menerima panggilan video grup WhatsApp pada Rabu (21/10/2026) malam. Dalam panggilan tersebut, sejumlah orang diduga melontarkan ucapan bernada ancaman, termasuk kalimat “mati kamu”.
Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan/Pengaduan Masyarakat Nomor STTLPM/674/X/2026/SPKT/POLRES BATU/POLDA JATIM, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.25 WIB di kediamannya, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Zulkifli menuturkan, panggilan video grup tersebut datang secara tiba-tiba dari beberapa nomor yang tidak dikenalnya. Ia mengaku terkejut saat mendengar ucapan tersebut dan langsung mengakhiri panggilan.
Namun, teror itu tidak berhenti pada panggilan pertama. Menurut pengakuannya, panggilan serupa kembali masuk hingga tiga kali. Karena merasa khawatir, ia memilih tidak mengangkat panggilan berikutnya.
“Pada saat panggilan video call yang pertama, ada beberapa orang yang mengatakan ‘mati kamu’. Saya syok, akhirnya langsung saya tutup. Namun, tak berselang lama saya ditelepon kembali sampai tiga kali, tapi tidak saya angkat. Terus terang saya khawatir dengan keselamatan saya,” ungkap Zulkifli kepada awak media, Kamis (22/10/2026).
Merasa perlu mengambil langkah untuk melindungi diri, Zulkifli kemudian mendatangi Polres Batu dengan didampingi sejumlah rekan seprofesinya untuk melaporkan dugaan pengancaman tersebut.
Laporan itu diterima petugas PAMARTA I, Andry Setyo P., S.A.P. Berdasarkan dokumen laporan yang diterima, pihak yang dilaporkan masih berstatus tidak diketahui atau Mr. X.
Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas pihak yang diduga terlibat maupun motif di balik panggilan video grup WhatsApp tersebut.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































