Hujan Mulai Guyur Lawang dan Dampit, Warga Berharap Kemarau Segera Berakhir - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 22 Okt 2026 16:45 WIB ·

Hujan Mulai Guyur Lawang dan Dampit, Warga Berharap Kemarau Segera Berakhir


 Salah satu lokasi di Lawang diguyur hujan, Kamis (22/10/2026) pukul 14.30 WIB. (ist) Perbesar

Salah satu lokasi di Lawang diguyur hujan, Kamis (22/10/2026) pukul 14.30 WIB. (ist)

BACAMALANG.COM – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Malang setelah berbulan-bulan dilanda cuaca kering. Turunnya hujan di Kecamatan Lawang pada Kamis (22/10/2026) siang menjadi kabar baik bagi warga yang berharap kemarau segera berakhir.

Berdasarkan laporan dan dokumentasi warga, hujan mulai turun sekitar pukul 14.30 WIB di sejumlah titik di Kecamatan Lawang, di antaranya Jalan Walisongo, Desa Ketindan, serta Jalan Dorowati.

Hujan tersebut disambut gembira masyarakat, terlebih setelah sejumlah wilayah menghadapi dampak kekeringan dan ancaman kebakaran hutan. Warga berharap hujan dapat meluas ke kawasan lain sehingga membantu mengurangi risiko kebakaran serta memulihkan kondisi lingkungan yang terdampak kemarau.

“Akhire udane rotoh (akhirnya hujan turun),” ujar Pratama, warga Lawang, Kamis (22/10/2026).

Sebelumnya, hujan juga dilaporkan mengguyur wilayah Kecamatan Dampit pada Selasa (14/10/2026) malam. Hujan yang turun sekitar pukul 20.00 WIB tersebut berlangsung singkat, dengan durasi sekitar 30 menit.

Meski tidak berlangsung lama, hujan perdana itu memberikan harapan bagi masyarakat yang selama berbulan-bulan menghadapi kondisi kering dan keterbatasan air.

“Alhamdulillah, Dampit semalam hujan sekitar jam 20.00, tapi tidak lama, hanya sekitar 30 menit. Mudah-mudahan karena hujan pertama, semoga nanti ada hujan lagi,” kata Miskari Ma’arif, warga Dampit.

Warga berharap hujan dapat kembali turun dengan intensitas yang memadai dan menjangkau lebih banyak wilayah. Namun, hujan yang turun di sejumlah titik tersebut belum dapat menjadi penanda bahwa musim kemarau telah berakhir secara menyeluruh.

Selain menantikan perubahan cuaca, upaya menjaga ketersediaan air bersih juga dinilai penting. Pelestarian sumber mata air, penghijauan, serta penggunaan air secara bijak diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan pada musim kemarau mendatang.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dukung Perlindungan Pers, Mardi Setia Ningsih Siapkan Pendampingan Hukum bagi Jurnalis

22 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Ribbon Habis, Pencetakan KTP-el Kabupaten Malang Ditargetkan Normal Pertengahan November

22 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Pertalite Langka, Ojol Terjepit: Antre Berjam-jam hingga Penghasilan Tergerus

22 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Momen Hari Santri Nasional, Gus Thoriq Usulkan Doa Resmi Negara

22 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Inisiator Hari Santri Nasional Gus Thoriq: Santri Harus Mendunia!

22 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tak Sampai 24 Jam, URC Polres Malang Ringkus Terduga Pencuri HP di Burger Bangor Kepanjen

22 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !