BACAMALANG.COM – Turut membuka Seminar Kebangsaan, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo berharap personel Polda Jatim memahami bahaya radikalisme dan intoleransi, baru-baru ini.
“Polda Jatim melaksanakan seminar yang menghadirkan narasumber nasional dengan harapan seluruh personel Polda Jatim dapat memahami akan bahaya radikalisme dan intoleransi sehingga tidak terjerumus dalam lingkaran pengaruh paham yang bertentangan dengan Pancasila,” tegas Wakapolda Jatim.
Seminar pencegahan radikalisme dan intoleransi diikuti pegawai negeri pada Polri di lingkungan Polda Jatim, berlangsung di Ruang Rapat Gedung Patuh serta dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Jatim, Guru Besar UINSA, Himpunan Psikologi Indonesia Jatim, Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Plh. Kasatgaswil Jatim Densus 88, dan secara virtual diikuti oleh Kapolrestabes, Wakapolrestabes, Polresta, Polres, Kabag, kasat dan Kapolsek.
Dalam kegiatan tersebut Wakapolda Jatim menyampaikan, Bangsa Indonesia terbentuk dari perbedaan suku, agama dan ras yang telah terbingkai dalam kebhinekaan, namun akhir-akhir ini persatuan dan kesatuan itu sedang diuji provokasi memecah belah bangsa dan konflik SARA.
Sementara itu, Mendagri M. Tito Karnavian, menyatakan bahwa terdapat lima cara dalam menangkal radikalisme, antara lain : menetralisir orang yang berpotensi untuk melakukan perekrutan, melemahkan ideologi radikal yang disebarkan, membuat dan menyebarkan ideologi tandingan kepada masyarakat, mengawasi media yang menjadi sarana penyebaran paham radikalisme, serta memahami konteks sosial dan budaya yang ada di setiap lapisan masyarakat.(*/had)


























































