Mudik, Halal Bi Halal, dan Ziarah Kubur: Tradisi Khas Indonesia Warisan Sejarah dan Budaya Penggerak Perekonomian Rakyat - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 23 Mar 2026 06:06 WIB ·

Mudik, Halal Bi Halal, dan Ziarah Kubur: Tradisi Khas Indonesia Warisan Sejarah dan Budaya Penggerak Perekonomian Rakyat


 Praktisi Hukum Malang, yang juga Wakil Ketua I Peradi Kepanjen Kabupaten Malang, Agus Subyantoro. (ist) Perbesar

Praktisi Hukum Malang, yang juga Wakil Ketua I Peradi Kepanjen Kabupaten Malang, Agus Subyantoro. (ist)

BACAMALANG.COM – Tradisi mudik, halal bi halal, dan ziarah kubur saat Idul Fitri merupakan fenomena khas Indonesia yang tidak ditemukan di negara lain. Lebaran bukan hanya perayaan spiritual, tetapi juga ritual sosial yang mempertemukan jutaan orang dengan keluarga, mempererat silaturahmi, sekaligus menggerakkan roda ekonomi nasional.

Mudik adalah perjalanan pulang kampung menjelang Idul Fitri. Tahun 2025, Kementerian Perhubungan mencatat 154,62 juta orang melakukan mudik, setara dengan 54,89% populasi Indonesia. Tujuan utama pemudik adalah Jawa Tengah (36,6 juta), Jawa Timur (27,4 juta), dan Jawa Barat (22,1 juta). Fenomena ini membuat kota besar seperti Jakarta lengang, bahkan lebih dari 50% penduduknya meninggalkan kota. Dampak ekonominya nyata: lonjakan konsumsi transportasi, akomodasi, kuliner, hingga oleh-oleh. UMKM daerah mengalami peningkatan permintaan signifikan.

Di tengah fenomena ini, advokat sekaligus pengamat sosial-politik, Agus Subyantoro SH, menuangkan pengamatannya. “Mudik merupakan perjalanan pulang kampung, juga ritual sosial-sejarah-budaya, yang menghidupkan ekonomi rakyat. Pemerintah harus melihat mudik sebagai momentum strategis, bukan sekadar tantangan lalu – lintas. Mudik bukan hanya dilakukan umat Islam, tetapi juga umat Kristiani yang pulang kampung saat Natal atau Idul Fitri,” tuturnya.

Halal bi halal, istilah yang dipopulerkan KH Wahab Chasbullah pada 1946 atas permintaan Presiden Soekarno, kini menjadi sarana reuni keluarga, teman sekolah, hingga open house digital. Maknanya jelas: membersihkan hati, memaafkan kesalahan, dan menyambung kembali tali silaturahmi. Halal bi halal menjadi puncak acara setelah mudik dan ziarah kubur.

Ziarah kubur (nyekar) dilakukan sesaat setelah salat Idul Fitri atau menjelang Ramadhan. Tujuannya mengirim doa dan tabur bunga ke makam leluhur. Tradisi ini juga dilakukan umat Kristiani dengan tabur bunga di makam keluarga.

Tradisi mudik memberi manfaat riil bagi perekonomian. Lonjakan penumpang pesawat, kereta, bus, dan kapal laut terjadi setiap tahun. Permintaan produk lokal dan kuliner khas meningkat drastis. Destinasi wisata daerah penuh, hotel dan restoran ramai. Pemerintah menyediakan pos pengamanan, pemantauan, dan pelayanan untuk kelancaran arus mudik. Data resmi menunjukkan konsumsi masyarakat meningkat signifikan di sektor transportasi, akomodasi, makanan, pakaian, dan hiburan selama periode mudik.

Tradisi mudik, halal bi halal, dan ziarah kubur adalah warisan budaya khas Indonesia yang tetap terjaga meski teknologi komunikasi semakin maju. Video call tidak akan pernah menggantikan kehangatan tatap muka, pelukan keluarga, dan doa di makam leluhur. Fenomena ini bukan hanya simbol rindu dan silaturahmi, tetapi juga motor penggerak ekonomi nasional yang terus berulang setiap tahun.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

JMSI Jatim Siap Gelar Pelantikan Pengurus dan FGD Media

2 Juni 2026 - 19:12 WIB

Sukses Reboisasi Pujon Hill, UMM Hidupkan Kembali Mata Air dan Pasok Air Bersih untuk Empat Dusun

2 Juni 2026 - 18:54 WIB

Renungan Peringatan 1 Juni, Pancasila Adalah Rumah Bersama

1 Juni 2026 - 12:44 WIB

Hari Lahir Pancasila: Meneguhkan Gotong – Royong di Tengah Arus Individualisme

1 Juni 2026 - 12:38 WIB

Bukti Daya Saing Global, Mahasiswa UNISMA Jadi Delegasi Konferensi Internasional Asia Tenggara

1 Juni 2026 - 05:24 WIB

SPPG di Kampus Tuai Kritik, Akademisi UB: Bukan Tugas Perguruan Tinggi

31 Mei 2026 - 19:04 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !