BACAMALANG.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan operasional perjalanan kereta api yang terjadi akibat insiden pada KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasarsenen di emplasemen Stasiun Bumiayu.
Dampak dari gangguan tersebut, KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan dengan pengalihan rute serta pengaturan perjalanan memutar.
Akibat kebijakan tersebut, satu perjalanan kereta api menuju Stasiun Malang harus melalui lintas alternatif dengan rute yang lebih panjang dari biasanya. Hal ini menyebabkan penambahan waktu tempuh perjalanan sekitar 120 hingga 180 menit.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dan pelayanan, serta memastikan perjalanan kereta api kembali berjalan aman dan lancar,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Adapun kereta yang terdampak adalah KA Gajayana relasi Stasiun Gambir–Stasiun Malang yang mengalami penambahan waktu tempuh perjalanan.
Sementara itu, KAI Daop 8 Surabaya memastikan bahwa keberangkatan kereta api dari Stasiun Malang pada esok hari secara umum tetap berjalan normal dan sesuai jadwal.
KAI juga terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna memastikan penanganan gangguan berjalan optimal serta operasional kereta api dapat kembali normal secepatnya.
“Kami akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala. Keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional kereta api,” tegas Mahendro.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































