BACAMALANG.COM – Akademisi dari Institut Agama Islam (IAI) Sunan Kalijogo Malang Ruwiyanto, S.Kom., MM turut menyosialisasikan pentingnya transformasi pendidikan berbasis kearifan lokal dalam sebuah kegiatan yang digelar oleh anggota DPRD Jawa Timur di Gedung Petik Madu Lawang, Kabupaten Malang, Minggu (16/3/2026).
Kegiatan sosialisasi transformasi pendidikan di Jawa Timur tersebut diselenggarakan oleh anggota DPRD Jawa Timur, Dr H Puguh Wiji Pamungkas, MM dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, akademisi, serta tokoh pendidikan di wilayah Malang Raya.
Dalam kesempatan tersebut, akademisi Ruwiyanto menyampaikan bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang mampu membentuk generasi unggul.
“Pendidikan tidak hanya dituntut menghasilkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat, kreativitas tinggi, serta kemampuan bersaing di tingkat global,” kata Ruwiyanto saat menyampaikan materi dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa transformasi pendidikan di Jawa Timur harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi yang semakin cepat.
Menurut Ruwiyanto, pendidikan berbasis kearifan lokal memiliki peran strategis dalam membentuk identitas dan karakter generasi muda. Nilai-nilai budaya, tradisi, serta kearifan masyarakat lokal dapat menjadi fondasi dalam membangun karakter yang kuat sekaligus menjaga keberlanjutan budaya bangsa.
“Dengan memasukkan nilai-nilai lokal dalam sistem pendidikan, siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga memahami budaya dan nilai sosial yang berkembang di masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan pendidikan berbasis kearifan lokal dapat mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dalam forum tersebut, Ruwiyanto juga menyosialisasikan peran Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Jawa Timur. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang berkarakter dan berdaya saing.
Ia menegaskan bahwa kampus tempatnya mengabdi siap memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi pendidikan di daerah melalui berbagai program akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang siap memberikan kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berbasis kearifan lokal, sehingga mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas budaya,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat mendorong sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, serta berakar pada nilai-nilai budaya lokal di Jawa Timur.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































