BACAMALANG.COM – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk pengangkut sound system atau sound horeg terjadi di Jalan Raya Pletes, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan seorang penumpang sepeda motor meninggal dunia, sementara pengendaranya mengalami luka-luka.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah video truk yang terguling di tepi jalan beredar luas di media sosial. Truk tersebut disebut-sebut merupakan bagian dari rombongan sound horeg yang sebelumnya mengikuti karnaval. Namun, keterkaitan rombongan dan penyebab pasti kecelakaan masih didalami kepolisian.
Kecelakaan melibatkan truk Mitsubishi Canter bernomor polisi N 8150 US yang dikemudikan Moch Hafis Nurhuda (26), warga Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dengan sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi N 6296 ACB.
Sepeda motor tersebut dikendarai Aji Sentot Budiono Edy (56), yang berboncengan dengan Muflikhatin Munawaroh (50). Keduanya merupakan warga Jalan Kanjuruhan IV, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menjelaskan, truk melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sedang. Saat melintasi jalan menurun di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga mengalami gangguan pengereman.
“Semula kendaraan Mitsubishi Canter Truck nomor polisi N 8150 US yang dikemudikan saudara Moch Hafis Nurhuda melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang. Sesampainya di TKP, pada jalan menurun diduga mengalami rem blong,” jelas AKP Chelvin.
Pada saat bersamaan, sepeda motor korban melaju di depan truk dengan arah yang sama. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan dari belakang tidak dapat dihindari.
Akibat benturan tersebut, Muflikhatin Munawaroh mengalami luka pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUP Turen.
Sementara itu, Aji Sentot Budiono Edy mengalami luka akibat benturan pada bagian kepala dan mendapatkan perawatan di RS Lavalette, Kota Malang.
“Yang dibonceng mengalami luka pada kepala dan meninggal dunia di TKP, kemudian dievakuasi ke RSUP Turen. Sedangkan pengendara sepeda motor mengalami luka benturan pada kepala dan dirawat di RS Lavalette Kota Malang,” tegasnya.
Kapolsek Sumbermanjing Wetan Iptu Cahyo Wiyono bersama Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoiruddin membenarkan bahwa peristiwa tersebut masih dalam penanganan kepolisian.
Petugas juga menegaskan bahwa korban merupakan pengguna jalan, bukan penonton karnaval.
Hingga kini, polisi masih melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengumpulkan bukti untuk memastikan penyebab kecelakaan. Dugaan rem blong masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan, termasuk kemungkinan adanya faktor kelalaian pengemudi.
Kecelakaan Picu Sorotan Warganet terhadap Karnaval Sound Horeg
Kecelakaan maut tersebut memantik beragam reaksi warganet. Selain menyampaikan belasungkawa, sejumlah pengguna media sosial menyoroti aspek keselamatan kendaraan dan pengemudi dalam kegiatan karnaval sound horeg.
Sebagian warganet mengaku mengenali truk tersebut karena diduga pernah mengalami kendala ketika mengikuti karnaval sebelumnya.
“Biyuh, iki lak truck sound seng pas karnaval diseret karo Fuso loro iku kan pas gak kuat nanjak,” tulis seorang warganet. Komentar tersebut merujuk pada dugaan insiden ketika truk tidak kuat menanjak dan harus ditarik kendaraan lain.
Sorotan lainnya berkaitan dengan biaya penyelenggaraan karnaval yang dinilai dapat membebani masyarakat. Salah satu komentar warganet berbunyi, “Wes prei ga usah karnaval sing sogeh sing duwe sound, sing mlarat sing urunan gawe nyewo sound.”
Komentar tersebut mencerminkan kritik terhadap kebiasaan menggelar karnaval dengan menyewa sound system menggunakan iuran warga.
Di tengah beragam tanggapan, faktor keselamatan pengemudi juga menjadi perhatian. Sejumlah warganet mengingatkan pemilik usaha sound system agar memperhatikan waktu istirahat sopir dan mempertimbangkan penggunaan pengemudi cadangan untuk perjalanan panjang.
“Peringatan kepada semua pemilik sound agar membawa sopir dua, karena semua orang kalau kurang istirahat akan berisiko bila terus dipaksakan,” tulis seorang warganet.
Ada pula yang menduga kelelahan pengemudi dan kurangnya penguasaan medan jalan mungkin menjadi faktor yang perlu diperiksa. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan hasil penyelidikan kepolisian.
Seorang warga yang mengaku tinggal di sekitar lokasi kejadian turut menyampaikan rasa prihatin. Ia menyebut truk tersebut disewa oleh warga setempat untuk kegiatan karnaval.
“Kasihan sopir capek mungkin. Itu disewa oleh RT 11, saya di RT 9, terus RT 9 dan 11 itu perbatasannya berdampingan. Semalam cek sound agak dekat dengan rumahku. Kasihan, semoga diberi ketabahan,” tulisnya.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan, kesiapan sistem pengereman, kondisi fisik pengemudi, serta pemahaman terhadap medan jalan sebelum kendaraan digunakan untuk kegiatan maupun perjalanan pulang setelah acara.
Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi sambil menunggu hasil penyelidikan resmi.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































