BACAMALANG.COM – Warga Dusun Wadung, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, dikejutkan oleh penemuan seorang pemuda berinisial AP (22) yang meninggal dunia di kandang kambing milik keluarganya, Kamis (22/10/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasi penemuan berada tidak jauh dari rumah keluarga korban.
Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbiyanto membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, sekitar dua jam sebelum kejadian, ayah korban masih sempat berkomunikasi dengan AP tanpa melihat adanya tanda-tanda yang mencurigakan.
Setelah menemukan anaknya dalam kondisi meninggal dunia, sang ayah meminta bantuan perangkat desa setempat. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Pakisaji.
Petugas kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Pakisaji segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban.
Polisi Telusuri Keterangan Saksi
Dalam proses penyelidikan, polisi meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban. Dari keterangan seorang teman, AP disebut sempat menceritakan persoalan hubungan asmara yang dialaminya beberapa hari sebelum kejadian.
Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbiyanto mengatakan, korban dikabarkan sempat bertengkar dengan pacarnya karena kesulitan menghubungi dan tidak mendapat kesempatan untuk bertemu.
“Dari keterangan teman korban, beberapa hari yang lalu korban bercerita bertengkar dengan pacarnya karena pacarnya sulit dihubungi dan tidak mau diajak bertemu,” ujar Sunarko.
Meski demikian, polisi menegaskan informasi tersebut masih berupa keterangan awal. Belum ada kepastian mengenai kaitan persoalan asmara tersebut dengan peristiwa kematian AP.
Keluarga Sebut Korban Cenderung Pendiam
Di sisi lain, keluarga menggambarkan AP sebagai sosok yang cenderung tertutup dan pendiam. Korban disebut jarang berkomunikasi dengan orang tuanya dan sehari-hari turut membantu pekerjaan di sawah.
Keluarga juga menyampaikan bahwa belakangan AP kerap meminta uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut membuat keluarga menilai korban sedang menghadapi kebingungan terkait persoalan ekonomi.
Saat ini, jenazah AP telah dimakamkan di pemakaman umum di wilayah Kecamatan Pakisaji.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































