BACAMALANG.COM – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite terjadi di sejumlah SPBU wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena harus menghabiskan waktu cukup lama untuk mengisi bahan bakar.
Berdasarkan pantauan pada Rabu (21/10/2026) sore, antrean kendaraan terlihat di SPBU Pertamina wilayah Sukoraharjo, Kepanjen. Puluhan sepeda motor tampak mengular di jalur pengisian, dengan perkiraan jumlah mencapai 50 unit. Meski panjang, antrean di jalur khusus roda dua tersebut terpantau tertib.
Warga Kepanjen, Fitri Astutik, mengatakan antrean panjang sudah terjadi sejak Selasa malam (20/10/2026). Menurutnya, kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU lain, di antaranya SPBU Ketawang dan SPBU Metro Kepanjen.
Fitri mengaku harus menunggu sekitar 30 menit untuk mendapatkan Pertalite. Sementara itu, rekannya yang mengisi BBM di SPBU Sengguruh dilaporkan mengantre hingga satu jam.
“Banyak warga akhirnya memilih beli eceran daripada harus antre berjam-jam di SPBU. Informasinya, semalam di SPBU Sukoraharjo juga masih antre panjang. Saya sendiri antre 30 menit, teman saya di Pom Sengguruh sampai satu jam,” ujar Fitri kepada BACAMALANG.COM, Rabu (21/10/2026).
Ia menambahkan, antrean tidak hanya terjadi pada kendaraan roda dua, tetapi juga kendaraan roda empat. Kondisi ini membuat sebagian warga memilih membeli BBM eceran sebagai alternatif agar tidak terlalu lama menunggu di SPBU.
Fitri juga memperkirakan tingginya permintaan dapat berdampak pada harga BBM eceran. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti harga yang berlaku karena tidak membeli bahan bakar melalui penjual eceran.
Di tengah kondisi tersebut, Fitri berharap pasokan Pertalite di wilayah Kepanjen dan sekitarnya segera kembali normal sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM tanpa harus mengantre terlalu lama.
“Semoga ke depan pasokan BBM bisa kembali lancar,” harapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab antrean panjang Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Kepanjen dan sekitarnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































