Klodjen Djaja Kenalkan Kopi Indonesia di Momen Hari Kopi Nasional

Komunitas Sepeda Tua meramaikan Hari Kopi Nasional di warung kopi Klodjen Djaja, Pasar Klodjen Kota Malang, Kamis (11/3/2021) (ned)

BACAMALANG.COM – Tidak banyak yang mengetahui bahwa 11 Maret adalah Hari Kopi Nasional. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan pengukuhan Dewan Kopi Nasional di Serpong, Tangerang Selatan pada tahun 2018.

Momen ini dimanfaatkan salah satu warung kopi, yakni Klodjen Djaja dengan kegiatan bagi-bagi kopi pagi gratis.

“Sengaja kami sajikan kopi gratis agar semua orang tahu bahwa hari ini adalah Hari Kopi Nasional,” ujar Didik Sapari (45), pengelola Klodjen Djaja di sela kegiatan di warungnya, Kamis (11/3/2021).

Namun Didik mengatakan, momen ini pada dasarnya sebagai upaya mengenalkan kopi Indonesia, khususnya kopi Malang, karena selama ini masyarakat lebih banyak mengenal Hari Kopi Internasional setiap 1 Oktober dibanding dengan Hari Kopi Nasional.

Didik menuturkan, misinya adalah mengenalkan kopi murah tapi bermutu kepada masyarakat menengah ke bawah. Ia juga mengundang komunitas sepeda tua untuk ngopi bersama di warungnya.

“Makanya harga di sini sangat terjangkau untuk satu gelasnya, meskipun pada intinya siapa saja dan dari kalangan manapun boleh ngopi di sini,” imbuhnya.

Lokasi warung kopi ini memang di kawasan Pasar Klojen di Kota Malang, tepatnya di Jalan Cokroaminoto no 2. Namun daya tarik tersendiri warung kopi ini justru dari bangunan heritagenya, karena masih berdiri tanpa banyak perubahan sejak didirikan tahun 1956. Selain itu dipasangnya poster film jadul di atas warungnya menambah penasaran pejalan kaki maupun pengguna lalu lintas di kawsan tersebut.

Salah satu pelanggan Dias Satria mengatakan, momen ramainya warung kopi ini sangat bagus, terlebih saat ini kondisi perekonomian masih belum pulih, karena kopi identik dengan anak muda.

“Jadi anak muda itulah yang secara tidak langsung menggerakkan ekonomi di masayarakat secara umum,” jelas dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya ini.

Dias sendiri selama ini termasuk akademisi dan pakar ekonomi yang getol mengangkat UMKM di Malang maupun di luar Malang lewat Creative Consultant UMKM, Jagoan Indonesia.

Dias menegaskan, minimal ada geliat yang dilakukan, seperti mulai maraknya pengelolaan warung kopi sebagai investasi di UMKM maupun belanja produk-produk lokal,” paparnya .

Ia menilai Klodjen Djaja punya ciri khas untuk mengangkat kopi lokal dan heritage. Menurut dia, ciri khas inilah yang menjadi kata kunci, karena dekat dengan ekonomi nasional.

“Bagaimana kita menguatkan rantai-rantai ini sehingga produk-produk lokal bisa diangkat oleh UMKM-UMKM yang ada,” tuturnya.

Dias berharap dari hal-hal sederhana ini ekosistem kopi di Indonesia dapat dinikmati bukan hanya di level rendah, tapi juga di level menengah bahkan atas.

Namun kondisi pandemi yang sangat berpengaruh di semua sektor menjadi catatan bagi Doktor lulusan University of Adelaide ini.

“Prokes tetap harus diutamakan, namun jangan punya ketakutan yang berlebihan, harus ada kombinasi yang baik antara menjaga diri dan tetap saling berhubungan dengan sesama,” tandasnya. (ned/zuk)