BACAMALANG.COM – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau Koperasi SAE (KOP SAE) Pujon, Kabupaten Malang, Kamis (16/7/2026), guna mencari solusi percepatan swasembada susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Dalam kunjungan tersebut, Hanif mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari impor, terutama dalam bentuk susu bubuk. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan sektor peternakan sapi perah di tingkat hulu hingga industri pengolahan di hilir.
“Kalau integrasi antara hulu dan hilir tidak kita lakukan, maka kita akan terus bergantung pada impor. Peternak juga menghadapi tekanan besar, termasuk regenerasi dan peremajaan sapi perah,” ujar Hanif.
Menurutnya, pengembangan peternakan menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, sedangkan penguatan industri pengolahan berada di bawah Kementerian Perindustrian. Sinergi kedua sektor tersebut dinilai menjadi kunci agar susu segar produksi peternak lokal memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih baik.
Hanif menjelaskan, Kabupaten Malang dipilih sebagai lokasi kunjungan karena merupakan salah satu sentra produksi susu terbesar di Jawa Timur, provinsi yang menjadi penghasil susu nasional terbesar di Indonesia. Berbagai masukan dari pengurus KOP SAE akan dibawa ke forum koordinasi lintas kementerian sebagai bahan penyusunan kebijakan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malang menyatakan komitmennya untuk mendukung program peningkatan produksi susu dalam negeri. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, dan industri pengolahan susu, pemerintah optimistis target memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada susu dapat segera direalisasikan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































