BACAMALANG.COM – Aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya tercatat cukup dinamis dalam sepekan terakhir. Stasiun Geofisika BMKG Malang mencatat sebanyak 105 kejadian gempa bumi sepanjang periode 18 hingga 24 September 2026.
Meski jumlah kejadian cukup banyak, BMKG memastikan tidak ada satu pun gempa yang dirasakan oleh masyarakat, termasuk di wilayah Kabupaten Malang.
Berdasarkan catatan harian, aktivitas gempa mengalami fluktuasi. Pada 18 September tercatat 17 kejadian, kemudian menurun menjadi 9 kejadian pada 19 September. Sehari berikutnya, aktivitas kembali meningkat dengan 19 kejadian yang menjadi angka tertinggi dalam periode tersebut.
Selanjutnya, tercatat 11 kejadian pada 21 September, kembali meningkat menjadi 19 kejadian pada 22 September, kemudian 17 kejadian pada 23 September dan 13 kejadian pada 24 September.
Dari sisi kekuatan, sebagian besar gempa yang terekam memiliki magnitudo relatif kecil. Sebanyak 86 kejadian tercatat berkekuatan di bawah M 3,0, sedangkan 19 kejadian berada pada rentang M 3,0 hingga M 5,0.
Gempa dengan magnitudo terbesar tercatat M 4,07, sementara yang terkecil M 1,08. Selama periode tersebut, BMKG tidak mencatat adanya gempa dengan kekuatan di atas M 5,0.
Ditinjau dari kedalamannya, sebanyak 75 gempa merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara itu, 30 kejadian lainnya berada pada kedalaman 60 hingga 300 kilometer. Tidak ditemukan gempa dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.
Aktivitas kegempaan tersebut berkaitan dengan dinamika tektonik di wilayah Jawa Timur, termasuk zona subduksi akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di selatan Jawa serta aktivitas sejumlah sesar lokal di daratan.
“Demikian laporan mingguan kondisi kegempaan wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Selama sepekan tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, Jumat (25/9/2026).
Khusus di Kabupaten Malang, BMKG memastikan tidak terdapat laporan mengenai gempa yang dirasakan masyarakat sepanjang periode pemantauan tersebut.
Sejumlah episenter gempa berada di wilayah laut selatan Jawa dengan jarak yang relatif jauh dari permukiman. Kondisi tersebut, ditambah kekuatan gempa yang mayoritas kecil, membuat getarannya tidak dirasakan hingga wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta memperoleh informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































