Pengaruh Pandemi Terhadap Ketahanan Perekonomian Masyarakat Desa, Begini Kata Kadis PMD Provinsi Jatim - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 16 Jul 2020 08:04 WIB ·

Pengaruh Pandemi Terhadap Ketahanan Perekonomian Masyarakat Desa, Begini Kata Kadis PMD Provinsi Jatim


 Pengaruh Pandemi Terhadap Ketahanan Perekonomian Masyarakat Desa, Begini Kata Kadis PMD Provinsi Jatim Perbesar

BACAMALANG.COM – Pandemi mempengaruhi semua sektor kehidupan masyarakat, utamanya di bidang perekonomian. Namun ketahanan perekonomian di pedesaan ternyata lebih tangguh daripada di kota. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur Ir. H Muhammad Yasin, MSi di Malang, Rabu (15/7/2020).

“Mengapa? Karena di desa lebih banyak ke arah produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di kota maupun di desanya sendiri,” ujarnya.
Yasin mengatakan, data Badan Pusat Stastistik yang baru saja dirilis pada tanggal 15 Juli 2020 menunjukkan angka kemiskinan di Jawa Timur per bulan Maret 2020 terdapat peningkatan 0,89%, yang semula pad bulan september sebesar 10,20 % menjadi 11,09 %.

“Menariknya justru angka lebih tinggi dipegang wilayah perkotaan sebanyak 1,12%, dibanding desa yang hanya 0,61%, sehingga asumsinya pandemi lebih banyak pengaruhnya bagi warga kota,” urainya.

Yasin menambahkan, faktor kedua dari ketahanan perekonomian masyarakat desa adalah adanya Dana Desa. “Baik itu BLT, bansos atau lainnya,” lanjut dia.

Foto: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jawa Timur Ir. H Muhammad Yasin, MSi (ist)

Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya ini mengatakan, dana desa di Jawa Timur tersalur 72 %, BLT bulan pertama sebanyak 99%, kedua 98%, ketiga 75%. Sementara bulan keempat sudah 4 desa yang cair di Kabupaten Jember.
Terkait pandemi, Yasin mengaku sudah mengintruksikan agar seluruh desa wisata agar tutup sementara sejak bulan Maret 2020 lalu.

“Namun memasuki masa transisi, perlahan-lahan desa-desa wisata tersebut sudah bisa buka jika yang sudah siap, dan diperbolehkan oleh Gugus Tugas Covid-19 setempat, dan dijalankan dengan protokol keshatan ketat,” tegasnya.

Yasin menuturkan, untuk menggerakkan desa wisata ada dana bantuan dari Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. “Ada 100 desa wisata yang mulai disentuh agar mulai menggeliat lagi dengan dana stimulan masing-masing Rp 50 juta dari Gubernur,” pungkasnya. (ned)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PWI Dorong Penguatan Perlindungan Karya Jurnalistik dalam Revisi UU Hak Cipta

24 April 2026 - 07:55 WIB

Temukan Dapur Tanpa Izin dan Menu Tak Layak, GMNI Desak Standarisasi Program MBG

23 April 2026 - 20:22 WIB

GMNI Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Edukasi Bahaya Bullying Siswa SMP

23 April 2026 - 07:50 WIB

Inovasi Hijau: Tiga PTN Bersatu Kembangkan Pelindung Siku dan Lutut dari Serat Rami dan Limbah Sawit

22 April 2026 - 22:27 WIB

Rektor UIBU Gaungkan Kartini Modern: Cerdas, Mandiri, dan Berpengaruh

22 April 2026 - 21:16 WIB

Terbongkar! Jaringan TPPO Asal Malang Kirim PMI Ilegal ke Arab Saudi, Pelaku Ditangkap

22 April 2026 - 07:46 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !