Truk Tebu Raib Dicuri, Sopir Terancam Tanggung Kerugian Rp360 Juta - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 15 Jul 2026 20:18 WIB ·

Truk Tebu Raib Dicuri, Sopir Terancam Tanggung Kerugian Rp360 Juta


 Trruk milik korban yang hilang. (Nasib for bacamalang) Perbesar

Trruk milik korban yang hilang. (Nasib for bacamalang)

BACAMALANG.COM – Nasib Dianto, seorang sopir truk asal Blitar, tengah menghadapi cobaan berat setelah truk Canter bermuatan tebu yang menjadi sumber nafkah keluarganya raib dicuri. Akibat peristiwa tersebut, ia terancam menanggung kerugian hingga Rp360 juta jika kendaraan itu tak kunjung ditemukan.

Truk Canter berwarna biru bernomor polisi AG 9163 UO itu hilang pada Minggu (5/7/2026) dini hari. Kendaraan diparkir di samping gudang keramik di Dusun Bendil, Desa Bendil, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, sebelum akhirnya dibawa kabur pencuri sekitar pukul 02.47 WIB.

Dianto sebelumnya memarkir truk sekitar pukul 18.20 WIB karena belum mendapatkan Surat Pengantar Muat. Saat itu, truk dalam kondisi terkunci dan seluruh kaca tertutup rapat. Muatan tebu tersebut rencananya akan dikirim ke Pabrik Gula Mojopanggung atau PG Ngadirejo, Kediri.

“Saat pagi mau berangkat sekitar jam 5.30 WIB truk sudah tidak ada. Ketahuan hilang karena terlihat bekas lempung ban masih baru. Setelah mencari rekaman CCTV terdekat, terlihat truk dicuri sekitar pukul 02.47 WIB,” ujar Putri, istri Dianto, kepada Bacamalang.com, Selasa (15/7/2026).

Sejak kejadian itu, Dianto bersama istrinya berusaha mencari sendiri keberadaan truk. Mereka menyusuri berbagai jalur dan mendatangi rumah-rumah warga yang memiliki kamera pengawas.

Upaya tersebut mengantarkan mereka pada titik terakhir keberadaan truk yang terekam CCTV di wilayah Donomulyo, Kabupaten Malang, tepat setelah Pasar Donomulyo.

“Kami mencari sendiri sejak tanggal 5 Juli. Dari satu rumah ke rumah lain yang memiliki CCTV. Titik terakhir yang kami temukan berada di Donomulyo. Setelah itu pencarian terkendala karena banyak CCTV warga di wilayah Sumbermanjing Kulon hingga Sumbermanjing Wetan hanya menyimpan rekaman selama 1×24 jam,” tutur Putri.

Di tengah kebuntuan, keluarga juga mencoba berbagai cara. Putri mengaku telah mendatangi lebih dari 12 orang yang disebut memiliki kemampuan menerawang. Menurutnya, seluruh jawaban yang diterima hampir sama, yakni truk tersebut masih ada dan belum dibongkar menjadi barang rongsokan.

“Saya sudah mendatangi lebih dari 12 orang. Jawaban mereka sama, truk masih ada, belum masuk gudang pecelan, dan masih berada di arah yang sama,” ungkapnya.

Ia menduga pelaku pencurian merupakan orang yang memahami kebiasaan para sopir. Pasalnya, Dianto selalu mengunci pintu truk dari dalam sebelum meninggalkan kendaraan.

“Karena saya sering ikut suami saat mencari muatan, saya tahu kebiasaannya. Sebelum turun, pintu selalu dikunci dari dalam terlebih dahulu,” jelasnya.

Bagi keluarga, truk tersebut bukan sekadar kendaraan, melainkan satu-satunya alat untuk mencari nafkah. Kendaraan itu dibeli oleh bos Dianto dengan harga sekitar Rp350 juta menggunakan sistem lepas kunci. Setelah musim angkut tebu selesai, truk biasanya digunakan untuk mengangkut barang antar kota.

Kini, beban yang dihadapi keluarga semakin berat. Selain kehilangan mata pencaharian, Dianto juga terancam mengganti kerugian kepada pemilik truk sebesar Rp350 juta, ditambah nilai muatan tebu sekitar Rp10 juta. Total kerugian yang harus ditanggung mencapai Rp360 juta.

“Dampaknya sangat besar. Kalau truk tidak ditemukan, kami harus mengganti Rp350 juta ditambah tebu Rp10 juta. Padahal suami hanya bekerja sebagai sopir truk. Anak kami juga baru masuk TK hari Senin kemarin,” katanya.

Keluarga berharap publik turut membantu pencarian dengan menyebarluaskan informasi tersebut agar truk segera ditemukan dan pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ciri-ciri truk yang hilang antara lain terdapat tulisan “Kedamaian” pada lis samping pintu serta tulisan “BRY” yang terpasang tegak lurus di bagian depan tanpa variasi. Bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan truk tersebut diminta segera menghubungi 0821-8331-1073 dengan menyertakan lokasi atau foto sebagai petunjuk.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

UIBU Hadirkan Festival Semhas Heppie, Ubah Seminar Hasil Jadi Lebih Santai dan Tingkatkan Percaya Diri Mahasiswa

15 Juli 2026 - 03:55 WIB

Viral! Bangunan Koperasi Merah Putih di Seberang Sungai, Warganet Ramai Pertanyakan Akses

13 Juli 2026 - 17:05 WIB

Yakuza Maneges Laporkan Icha Cellow dan Mala Agatha ke Polresta Malang Kota, Diduga Sebarkan Konten Bernuansa Pornografi

13 Juli 2026 - 16:46 WIB

HMI Malang Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Soroti Maraknya Korupsi hingga Polemik Polri-Kejagung

12 Juli 2026 - 08:45 WIB

PWI Pusat Buka Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Ikuti Aturan Baru

10 Juli 2026 - 17:49 WIB

94 Karya Inovatif Mahasiswa BINUS Malang Dipamerkan di Citrapata 2026, Tawarkan Solusi Kreatif bagi Masyarakat dan Industri

9 Juli 2026 - 21:30 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !