Dari Sabar Mase ke Entrepreneur Heppiee, UIBU Malang Kenalkan Maba pada Dunia Kewirausahaan - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 21 Okt 2026 19:45 WIB ·

Dari Sabar Mase ke Entrepreneur Heppiee, UIBU Malang Kenalkan Maba pada Dunia Kewirausahaan


 Para Maba Universitas Insan Budi Utomo mengikuti pendalaman usai praktik entrepreneurship. (UIBU for BM) Perbesar

Para Maba Universitas Insan Budi Utomo mengikuti pendalaman usai praktik entrepreneurship. (UIBU for BM)

BACAMALANG.COM – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang melanjutkan rangkaian penyambutan mahasiswa baru (Maba) tahun 2026 melalui program Entrepreneur Heppiee di Kampus C UIBU Malang, pada 19–31 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari program Sarapan Bareng Makanan Sehat (Sabar Mase) yang sebelumnya mengedepankan kebersamaan dan penguatan rasa kekeluargaan di lingkungan kampus.

Mengusung jargon World Class Entrepreneurship University, UIBU menghadirkan konsep penyambutan mahasiswa baru yang berbeda. Tidak sekadar menjadi agenda pengenalan kampus, kegiatan ini dirancang untuk membangun suasana yang nyaman sekaligus menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan mahasiswa sejak awal perkuliahan.

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UIBU, Dr. Riyanto, M.Pd., menjelaskan bahwa Sabar Mase dan Entrepreneur Heppiee merupakan bagian yang saling berkesinambungan dalam rangkaian besar Sinau Heppiee.

Menurutnya, program Sabar Mase yang berlangsung pada 13–17 Oktober 2026 menjadi langkah awal untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampus yang hangat dan inklusif.

“ Sabar Mase dalam Sinau Heppiee menjadi pintu masuknya. Kami ingin mahasiswa baru merasa diterima, nyaman, dan menjadi bagian dari keluarga besar UIBU. Mereka sarapan bersama, saling mengenal lintas program studi dalam suasana santai dan penuh kehangatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perasaan diterima dan dihargai merupakan modal penting bagi mahasiswa dalam memulai perjalanan akademik. Lingkungan yang positif diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar, kepedulian, serta rasa kebersamaan antarmahasiswa.

Program tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi. Fakultas Eksakta dan Keolahragaan (FEK) mencakup Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, serta Pendidikan Biologi.

Sementara itu, Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) melibatkan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Ekonomi, serta Pendidikan Sejarah dan Sosiologi. Adapun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) mencakup Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro.

Melalui kegiatan tersebut, UIBU juga menanamkan nilai kepedulian terhadap sesama, penghargaan terhadap perbedaan, serta komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman. Kampus ini menegaskan sikap tanpa toleransi terhadap segala bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan seksual.

Setelah membangun fondasi kebersamaan melalui Sabar Mase, mahasiswa baru kini memasuki tahap berikutnya melalui Entrepreneur Heppiee di Kampus C. Mengusung tema “Think Creative, Start Innovative, Grow Entrepreneurial”, program ini diarahkan menjadi wadah pengembangan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berwirausaha mahasiswa.

Pesan utama yang diusung dalam kegiatan pada 19–31 Oktober 2026 tersebut adalah mendorong mahasiswa mengubah gagasan menjadi peluang serta mengembangkan kreativitas menjadi inovasi yang bernilai.

Rektor UIBU Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., menegaskan bahwa peralihan dari Sabar Mase menuju Entrepreneur Heppiee merupakan bagian dari strategi pendidikan yang dirancang secara berkesinambungan.

“Kami di UIBU tidak ingin mahasiswa baru datang dengan rasa takut. Kami ingin mereka datang dengan rasa bahagia. Melalui Sabar Mase, kami buat mereka merasa menjadi keluarga. Setelah nyaman, baru kami ajak mereka untuk Think Creative, Start Innovative, dan Grow Entrepreneurial melalui Entrepreneur Heppiee di Kampus C,” tegasnya.

Menurut Nurcholis, filosofi Heppiee yang mencakup Happy, Energic, Positif, Produktif, Inovatif, Empatik, dan Entrepreneurial harus dimulai dari terciptanya suasana bahagia di lingkungan kampus.

Ia menilai, rasa aman dan nyaman menjadi salah satu faktor penting yang mendukung tumbuhnya kreativitas serta keberanian mahasiswa dalam mengembangkan gagasan.

“Bagaimana mungkin kita minta mahasiswa berpikir kreatif dan inovatif kalau sejak hari pertama sudah tertekan? Kreativitas hanya lahir dari rasa aman, nyaman, dan bahagia. Setelah Sabar Mase membuat mereka Heppiee, saatnya di Kampus C kita ubah ide menjadi peluang usaha,” tambahnya.

Selama rangkaian Entrepreneur Heppiee, Kampus C UIBU akan diisi beragam kegiatan inspiratif. Agenda tersebut meliputi lokakarya kewirausahaan, diskusi bersama pelaku usaha sukses, hingga pameran gagasan bisnis mahasiswa baru.

Selain mendorong jiwa kewirausahaan, UIBU juga menegaskan komitmennya membangun kampus yang aman dan inklusif melalui penerapan prinsip zero tolerance terhadap perundungan dan kekerasan seksual.

Rangkaian Heppiee UIBU Malang sendiri berlangsung dalam beberapa tahapan. Program diawali dengan Ngopi Heppiee pada 17–30 September 2026, dilanjutkan Sinau Heppiee pada 1–17 Oktober, kemudian Entrepreneur Heppiee pada 19–31 Oktober.

Agenda berikutnya adalah Siakad Heppiee pada 1–12 November, Samba Heppiee pada 21 November, serta puncak kegiatan melalui International Fun Run Heppiee pada 6 Desember 2026.

Nurcholis berharap, rangkaian program tersebut mampu menghadirkan pengalaman perkuliahan yang lebih menyeluruh bagi mahasiswa baru. Tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, mahasiswa juga diharapkan berkembang dalam lingkungan yang sehat, dinamis, penuh kebersamaan, dan mendukung lahirnya wirausaha muda.

“Melalui rangkaian yang panjang ini, kami ingin menghadirkan pengalaman menjadi mahasiswa yang utuh — tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan kampus yang dinamis, sehat, penuh kebersamaan, membahagiakan, dan siap menjadi pencipta lapangan kerja,” pungkasnya.

Pewarta/Editor: Imam Muchlis

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Perkuat Pendidikan Alam, Sosiologi UB dan RBA Dampingi Sekolah Alam Sobyor

21 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Kantongi SK Mendiktisaintek, UIBU Malang Resmi Buka Prodi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga

20 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Tandon Ada Kendala Saat Uji Coba, Komunitas Peduli Malang Tak Surut Perjuangkan Air Bersih di NTT

19 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Peringati HUT ke-22, d’Kross Community Pererat Silaturahmi dan Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

19 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Ringankan Kebutuhan Santri, Relawan Malang Kirim Bantuan Peralatan Dapur ke Ponpes Ar-Rahimiyah NTT

18 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Said Abdullah Tegaskan MSCI Bukan Nabi

18 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !