Perkuat Pendidikan Alam, Sosiologi UB dan RBA Dampingi Sekolah Alam Sobyor - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 21 Okt 2026 10:41 WIB ·

Perkuat Pendidikan Alam, Sosiologi UB dan RBA Dampingi Sekolah Alam Sobyor


 Tim Pengmas Departemen Sosiologi FISIP Universitas Brawijaya, Ruang Belajar Aqil (RBA), serta pengelola Sekolah Alam Sobyor berfoto bersama usai berdiskusi mengenai penguatan tata kelola lembaga di Malang. (Genta for Bacamalang) Perbesar

Tim Pengmas Departemen Sosiologi FISIP Universitas Brawijaya, Ruang Belajar Aqil (RBA), serta pengelola Sekolah Alam Sobyor berfoto bersama usai berdiskusi mengenai penguatan tata kelola lembaga di Malang. (Genta for Bacamalang)

BACAMALANG.COM – Anak-anak yang tumbuh dengan mengenal alam lebih awal diyakini memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap lingkungan. Berangkat dari hal tersebut, Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) bersama Ruang Belajar Aqil (RBA) memberikan pendampingan bagi Sekolah Alam Sobyor di Malang.

Pendampingan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) ini dipimpin oleh Genta Mahardhika Rozalinna, M.A., bersama Dr. Iwan Nurhadi dan Henny Rosalinda, Ph.D., serta dibantu mahasiswa Chayara Lubna Eziza. Inisiatif ini bertujuan mendorong Sobyor agar berkembang menjadi bisnis sosial berbasis ekologi yang mandiri dan berkelanjutan, sehingga layanan pendidikan lingkungannya dapat terus berjalan secara optimal.

Sekolah Alam Sobyor sendiri didirikan oleh Luhur Suseno di bawah naungan Yayasan Lentera Alam Indonesia. Di lembaga pendidikan nonformal ini, anak-anak usia sekolah dasar diajak belajar melalui pengalaman langsung dan penjelajahan alam, bukan sebatas membaca teks di dalam kelas.

Pembenahan Tata Kelola dan Administrasi

Ketua Tim Pengmas, Genta Mahardhika Rozalinna, M.A., menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan awal, Sobyor saat ini berada pada tahap pemulihan dan pertumbuhan. Meski kegiatan belajar-mengajar di lapangan sudah berjalan baik, aspek pengelolaan administrasi, standar layanan, dan prosedur operasional masih perlu ditata.

“Tata kelola yang tertata sangat penting agar keberlanjutan lembaga tidak hanya bergantung pada semangat pendirinya. Kami mengapresiasi keterbukaan tim Sobyor yang bersedia mengubah pola kerja dari spontan menjadi lebih terencana,” ujar Genta, Rabu (21/10/2026).

Mengenai status kelembagaan, Wily Ariwiguna, S.E., M.Pd., selaku Chairperson Ruang Belajar Aqil sekaligus Tim Ahli Direktorat SMP Kemendikdasmen, menyampaikan bahwa Sobyor saat ini berstatus program pendidikan nonformal di bawah yayasan.

“Untuk jangka menengah, Sobyor sebaiknya berkembang menjadi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Bentuk ini memberikan jalur yang lebih jelas untuk mengembangkan modul kecakapan hidup dengan perizinan daerah yang terjangkau, sekaligus memperkuat pengakuan pendidikan lingkungan berbasis pengalaman,” jelas Wily.

Keselamatan Anak dan Kemandirian Finansial

Dalam proses pendampingan, pengelola Sobyor telah berhasil menyusun materi belajar menjadi modul tematik yang tersimpan rapi dan dapat digunakan ulang oleh para fasilitator. Evaluasi perkembangan anak pun kini dicatat secara sistematis agar orang tua dapat memantau capaian anaknya.

Mengingat seluruh kegiatan berlokasi di ruang terbuka, faktor keselamatan anak menjadi prioritas utama. Sobyor menerapkan aturan keselamatan ketat yang mengatur kode perilaku interaksi dengan anak, aturan dokumentasi media, hingga persetujuan tertulis dari orang tua (informed consent) sebelum kegiatan dilaksanakan.

Di sisi pengelolaan internal dan finansial, Sobyor mempertegas pembagian tugas tim, pembekalan teknis, serta pembaruan komitmen relawan secara berkala. Untuk pendanaan, Sobyor mengubah istilah layanan dari “gratis” menjadi “tidak berbayar”.

Anak-anak dapat belajar tanpa dipungut biaya, sementara operasional ditutup melalui kerja sama transparan bersama donatur, skema orang tua/kakak asuh, program CSR perusahaan, hibah pemerintah, hingga paket kegiatan luar kelas (outbound) bagi sekolah formal.

Ke depan, pengembangan Sobyor diproyeksikan berlangsung bertahap: dimulai dari perapian dokumen dan struktur kepengurusan, pelaksanaan program secara konsisten dengan pencatatan data, penyusunan bukti dampak (impact measurement), hingga pemenuhan kesiapan izin resmi lembaga.

Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dari Sabar Mase ke Entrepreneur Heppiee, UIBU Malang Kenalkan Maba pada Dunia Kewirausahaan

21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Kantongi SK Mendiktisaintek, UIBU Malang Resmi Buka Prodi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga

20 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Tandon Ada Kendala Saat Uji Coba, Komunitas Peduli Malang Tak Surut Perjuangkan Air Bersih di NTT

19 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Peringati HUT ke-22, d’Kross Community Pererat Silaturahmi dan Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

19 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Ringankan Kebutuhan Santri, Relawan Malang Kirim Bantuan Peralatan Dapur ke Ponpes Ar-Rahimiyah NTT

18 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Said Abdullah Tegaskan MSCI Bukan Nabi

18 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !