Presiden Prabowo Panen Raya Tebu di Malang, Petani Titip Harapan Perkuat Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 17 Jul 2026 21:34 WIB ·

Presiden Prabowo Panen Raya Tebu di Malang, Petani Titip Harapan Perkuat Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan


 Presiden Prabowo Subianto di sela kegiatan, menyapa dan berdialog dengan sejumlah petani untuk mendengar pengalaman serta harapan mereka terhadap penguatan sektor pertanian nasional. (BPMI Setpres) Perbesar

Presiden Prabowo Subianto di sela kegiatan, menyapa dan berdialog dengan sejumlah petani untuk mendengar pengalaman serta harapan mereka terhadap penguatan sektor pertanian nasional. (BPMI Setpres)

BACAMALANG.COM – Presiden Prabowo Subianto memimpin Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia dengan pusat kegiatan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara pemerintah, TNI, dan petani dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Panen raya kali ini melibatkan tiga komoditas strategis, yakni tebu, padi, dan kedelai. Di Kabupaten Malang, Presiden menyaksikan secara langsung panen tebu sekaligus meninjau proses hilirisasi hasil pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Berdasarkan laporan Panglima TNI, panen tebu dilaksanakan di lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi produksi mencapai 72.045 ton. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Di sela kegiatan, Presiden Prabowo menyempatkan diri berdialog dengan para petani untuk mendengarkan langsung pengalaman, aspirasi, serta berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan.

Salah seorang petani, Yusuf, mengaku bangga karena Presiden turun langsung menyaksikan hasil panen. Menurutnya, kehadiran kepala negara menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap sektor pertanian.

“Saya merasa senang dan sangat bangga sekali, bahwa saat ini Bapak Presiden kita telah langsung terjun ke lapangan menyaksikan hasil panen kita yang sangat melimpah,” ujar Yusuf.

Ia berharap dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian terus diperkuat agar para petani semakin nyaman dan bersemangat mengelola lahan.

“Dukungan kepada petani harus tetap ditingkatkan lagi agar rakyat Indonesia, petani khususnya, bisa merasa lebih nyaman, lebih enak, dan lebih semangat untuk bertani,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Muhammad yang mengaku bahagia dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.

“Senang, saya bertemu dengan RI 1 itu, saya sangat senang sekali. Semoga Bapak Presiden beserta bawahannya juga masyarakatnya aman, maju, dan makmur,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Makmur Dua, Khoirul Anam, mengapresiasi kehadiran Presiden yang dinilai membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden telah sudi hadir dan langsung bertemu masyarakat sehingga bisa mengonfirmasi berbagai keluhan. Mudah-mudahan ke depan hal seperti ini terus berlanjut,” katanya.

Khoirul juga menilai berbagai program pemerintah di sektor pertanian telah memberikan manfaat bagi petani, khususnya di wilayah Singosari dan Malang Raya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Menurutnya, keterlibatan TNI bersama petani menjadi contoh nyata sinergi untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

“Keterlibatan TNI bersama para petani menjadi contoh nyata bahwa kekuatan nasional harus bergerak bersama untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tegas Presiden.

Melalui Panen Raya TNI Terintegrasi ini, pemerintah berharap kolaborasi antara TNI, petani, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

UIBU Luncurkan Mata Kuliah Kebudiutamaan, Perkuat Karakter Calon Guru dan Siap Jadi Rujukan Nasional

17 Juli 2026 - 19:15 WIB

Mentan Amran: Kerugian Bukan Kegagalan, Tapi Investasi Mental Pengusaha Sukses

17 Juli 2026 - 16:46 WIB

Tinjau PG Krebet Baru Malang, Wamenko Pangan Percepat Langkah Menuju Swasembada Gula 2026

16 Juli 2026 - 18:42 WIB

Truk Tebu Raib Dicuri, Sopir Terancam Tanggung Kerugian Rp360 Juta

15 Juli 2026 - 20:18 WIB

UIBU Hadirkan Festival Semhas Heppie, Ubah Seminar Hasil Jadi Lebih Santai dan Tingkatkan Percaya Diri Mahasiswa

15 Juli 2026 - 03:55 WIB

Viral! Bangunan Koperasi Merah Putih di Seberang Sungai, Warganet Ramai Pertanyakan Akses

13 Juli 2026 - 17:05 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !