Refleksi Hari Catur, Tokoh Peduli Catur Minta Pengurus PERCASI Kabupaten Malang Proaktif - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 21 Jul 2026 09:11 WIB ·

Refleksi Hari Catur, Tokoh Peduli Catur Minta Pengurus PERCASI Kabupaten Malang Proaktif


 Agus Subyantoro SH berfoto bersama usai pertemuan membahas visi pengembangan catur di masa depan. (ist) Perbesar

Agus Subyantoro SH berfoto bersama usai pertemuan membahas visi pengembangan catur di masa depan. (ist)

BACAMALANG.COM – Peringatan Hari Catur yang jatuh setiap tanggal 20 Juli menjadi momentum refleksi pembinaan olahraga catur di daerah. Di Kabupaten Malang, organisasi induk catur, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI), dinilai vakum sehingga pembinaan atlet berjalan tanpa arah dan hanya mengandalkan kepedulian orang tua.

Hal tersebut disampaikan Tokoh Peduli Catur Kabupaten Malang, Agus Subyantoro SH. Menurutnya, sudah lama tidak terdengar adanya turnamen catur maupun rekrutmen atlet di bawah naungan PERCASI.

“Jadi selama ini organisasi induk olahraganya catur atau PERCASI selama ini vakum. Kenapa vakum? Karena enggak pernah ada berita ada turnamen catur, ada rekrutmen atlet catur, itu kan kita enggak pernah dengar,” ujarnya kepada bacamalang, Senin (20/7/2026).

Agus menyebut, justru para orang tua yang peduli terhadap perkembangan catur membentuk paguyuban bernama Insan Peduli Catur (IPC). Keberadaan paguyuban itu, kata dia, kerap dianggap berlebihan hingga dituding ilegal.

“Justru yang kita tahu itu para orang tua yang peduli terhadap perkembangan catur, sehingga mereka membentuk paguyuban namanya Insan Peduli Catur, yang kadang ditanggapi secara berlebihan dianggap sebuah organisasi ilegal. Nah, itu yang enggak bener, yang perlu diluruskan,” katanya.

Ia menegaskan, Kabupaten Malang memiliki banyak bibit atlet catur potensial dari berbagai kelompok usia. Karena itu bakat mereka harus disalurkan agar bisa mengangkat nama daerah.

“Malang itu punya atlet-atlet bibit potensial catur dengan berbagai macam kelompok usia. Artinya itu harus disalurkan. Kemampuan dan bakatnya itu harus disalurkan bagaimana mereka agar bisa membawa, mengangkat nama Kabupaten Malang di bidang olahraga catur. Bertahap, mungkin provinsi baru nasional. Nah, ini bisanya kalau secara organisasi melalui PERCASI itu,” jelasnya.

Menjelang Musyawarah Kabupaten atau Muskab PERCASI Kabupaten Malang pada November mendatang, Agus berharap kepengurusan baru bisa lebih proaktif. Ia juga menyinggung soal dana hibah dari pemerintah daerah yang seharusnya menjadi hak organisasi olahraga resmi.

“Kemudian yang kedua, ada Muskab, pemilihan organisasi catur November. Ini otomatis kalau ingin catur hidup, kepengurusan PERCASI harus punya peran serta proaktif. Bagaimana jangan sampai dana menjadi alasan PERCASI tidak bisa hidup, karena PERCASI organisasi olahraga resmi yang wajib diberi dana hibah oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Agus menambahkan, peran aktif pengurus menjadi kunci utama keberhasilan organisasi olahraga di tingkat daerah. Tanpa kepengurusan yang aktif dan proaktif, roda organisasi cenderung stagnan.

Poin utama yang harus dijalankan pengurus PERCASI menurutnya meliputi:
1. *Rekrutmen dan Pemusatan Latihan atau TC*: Pengurus harus aktif menjaring talenta atlet baru dan menyelenggarakan pemusatan latihan yang terstruktur dan berkelanjutan.
2. *Pengiriman ke Turnamen*: Hasil dari latihan dan TC harus diuji lewat partisipasi di berbagai kompetisi atau turnamen secara berkala agar kemampuan atlet terus berkembang.
3. *Kemandirian Pendanaan*: Mengingat dana hibah pemerintah sering kali terbatas atau sulit diakses, pengurus dituntut kreatif dalam mencari pendanaan alternatif seperti mencari sponsor, kemitraan, atau penggalangan dana independen.

“Kesimpulannya, keberhasilan atlet dan keaktifan kegiatan organisasi sangat bergantung pada inisiatif, kepemimpinan, dan kerja keras pengurus di semua tingkatan, Ketua, Wakil, Sekretaris, dan lainnya, bukan sekadar berharap pada bantuan pasif dari luar,” pungkasnya.

Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tiga Petinju PERTINA Kabupaten Malang Borong Emas di Wali Kota Madiun Cup 2026, Bukti Pembinaan Berbuah Prestasi

19 Juli 2026 - 06:22 WIB

Relawan ASLI Malang Latih PMR SMPN 14 Tangani Kondisi Darurat, Bekali Siswa Jadi Generasi Sigap dan Peduli

19 Juli 2026 - 05:54 WIB

Dampit Cup U-11 Jadi Ajang Lahirkan Talenta Sepakbola Masa Depan

19 Juli 2026 - 05:48 WIB

Ribuan Milenial dan Gen Z Padati Pementasan Topeng ‘Satya Laku’, Sri Untari Apresiasi Inovasi Disparta Jatim

18 Juli 2026 - 15:37 WIB

Seniman Kepanjen Soroti Tren Karya Berbasis AI: Teknologi Boleh Maju, Orisinalitas Jangan Hilang

18 Juli 2026 - 08:25 WIB

Bangun Karakter dan Jiwa Wirausaha, MTs Nurul Huda Babatan Biasakan Selawat Jibril 3.000 Kali Setiap Pagi

16 Juli 2026 - 16:04 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !