BACAMALANG.COM – Rumah Budaya Ratna adalah pusat kebudayaan dan library cafe yang didedikasikan untuk mengenang sastrawan dan aktivis sosial, Ratna Indraswari Ibrahim. Berlokasi di Jalan Diponegoro No. 3, Klojen, Kota Malang, tempat ini berfungsi sebagai titik temu maupun ruang aman bagi seniman, penulis, dan generasi muda untuk berdiskusi, membaca, dan berkarya
Salah satunya adalah Alfanova Rifky Cahya, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Ekonomi Kreatif Universitas Bhinneka Nusantara (UBHINUS), yang menghadirkan sebuah pameran tugas akhir bertajuk “Virtual Tour Candi Singosari”. Kegiatan ini mengusung tema Perancangan Media Interaktif Virtual Tour Berbasis Teknologi Virtual Reality (VR) dalam Melestarikan Peninggalan Sejarah Candi Singosari.
Sebuah pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR), mengajak pengunjung merasakan pengalaman menjelajahi Candi Singosari secara interaktif.
“Inovasi ini menjadi salah satu upaya memantik, memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia dengan pendekatan digital yang lebih menarik, edukatif, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda, ungkapnya kepada BacaMalang.com, Minggu (19/7/2026).
Pemuda yang akrab disapa Nova ini menerangkan, bahwa pameran ini digelar selama 2 hari, yakni pada Minggu dan Senin, 19–20 Juli 2026. Pada hari Minggu, pameran dibuka pukul 12.00–20.00 WIB, sedangkan pada hari Senin berlangsung pukul 12.00–17.00 WIB.
“Data saya peroleh dengan datang dan langsung ke lokasi Candi Singosari di kawsan Candirenggo, Kecamatan Singosari, sejak tahun 2025 lalu. Sementara unytuk teknologinya saya menggunakan Spatial.io, sebuah platform berbasis web untuk membuat atau menjelajahi maupun berinteraksi di ruang virtual tiga dimensi atau 3D,” papar mahasiswa asal Kota Batu ini.
Ia menegaskan, kegiatan ini terbuka gratis untuk umum, sehingga masyarakat dapat hadir dan merasakan langsung pengalaman menjelajahi situs bersejarah Candi Singosari melalui teknologi virtual, yang menghasilkan sebuah forum diskusi oleh sejumlah pegiat seni budaya.

Jonnie Kirman (kanan), saat memberi masukan dalam diskusi pameran “Virtual Tour Candi Singosari” di Rumah Budaya Ratna, Minggu (19/7/2026). (Nedi Putra AW)
Seperti seniman Jonnie Kirman, yang mengapresiasi ide dari Nova untuk memvisualkan Candi Singosari sebagai tugas akhir.
“Idenya bagus, karena dengan teknologi dapat mengeksplorasi sejarah Indonesia, dari catatan masa lalu menjadi pengalaman digital yang interaktif, khususnya melalui Virtual Reality (VR), sehingga Candi Singosari dapat divisualisasikan kembali dengan jauh lebih mudah,” ujarnya.
Namun seniman asal Kota Batu ini memberi masukan, bahwa karya Nova tersebut secara masih dapat lebih disempurnakan lagi.
“Anda adalah mahasiswa DKV, tentu saja estetika juga menjadi faktor penting agar visual yang ditampilkan tidak kaku dan leboh menarik perhatian,” ungkapnya.
Nova sendiri mengaku, bahwa “Virtual Tour Candi Singosari” ini memang masih jauh dari sempurna. Pameran yang digelar di Rumah Budaya Ratna ini memang bertujuan memantik diskusi dengan masukan-masukan dari dari berbagai sisi, baik teknologi mauopun seni budaya.
“Masukan-masukan tersebut akan segera saya gunakan untuk perbaikan, mumpung masih menunggu jadwal ujiannya,” tandas Nova.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































